DaerahPolitik

BEMSU Duga Ada Praktik Jual Beli Pokir di DPRD Sumenep

×

BEMSU Duga Ada Praktik Jual Beli Pokir di DPRD Sumenep

Sebarkan artikel ini
Koordinator BEM Sumenep, Moh Syauqi (pegang mic). [Ig @bemsumenep.official]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) menggelar konsolidasi bertajuk, ‘Mahasiswa Menggugat: Jual Beli Rakyat di Gedung Parlemen’ pada Selasa (30/7/2024) malam.

Lantas, apa yang menjadi bahasan dalam konsolidasi tersebut?

Koordinator BEM Sumenep, Moh Syauqi membocorkan hasil konsolidasinya. Menurutnya, BEMSU mensinyalir adanya dugaan jual beli paket kegiatan yang bersumber dari pokok pikiran (Pokir) aspirasi masyarakat di Gedung DPRD Sumenep.

Sebagai informasi, Pokir merupakan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) yang dititipkan kepada anggota dewan agar diperjuangkan di pembahasan RAPBD.

“Diduga ada jual beli pokir di Gedung Parlemen,” kata Syauqi singkat menjawab pertanyaan rilpolitik.com terkait hasil konsolidasi BEMSU, Rabu (31/7/2024).

Saat ditanya terkait dasar munculnya dugaan tersebut, Syauqi mengaku pihaknya sudah melakukan survei ke lapangan. “Survei ke bawah,” ujar dia.

Namun, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu masih belum bisa memberikan keterangan lebih jauh dan detail terkait dengan temuan tersebut.

Selain itu, BEMSU juga masih belum menentukan langkah yang akan diambil ke depan terkait temuannya.

Menurut dia, saat ini BEMSU masih terus melakukan proses penggalian data di lapangan.

“Masih proses penggalian data,” tuturnya.

Syauqi juga masih belum menjawab pertanyaan redaksi terkait jenis proyek aspirasi yang diduga diperjualbelikan itu.

Sementara itu, Koordinator Kajian Isu dan Aksi Strategis BEM Sumenep, Tolak Amir mengaku belum mengetahui terkait adanya dugaan jual beli Pokir di Sumenep yang menjadi bahasan BEMSU dalam kegiatan konsolidasi kemarin. Pasalnya, Tolak Amir tak hadir dalam kegiatan tersebut dengan alasan sakit.

“Izin konfirmasi sekaligus klarifikasi. Jadi, untuk konsolidasi BEMSU tadi malam, kebetulan saya tidak hadir. Jadi saya tidak mengetahui terkait roadmap pembahasan temen-temen pengurus BEMSU. Khusunya, ya adanya jual beli pokir di Kabupaten Sumenep. Saya tidak mengatahui karena saya tidak hadir,” katanya saat dikonfirmasi.

Redaksi berusaha meminta tanggapan Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir terkait dugaan permainan Pokir yang menjadi temuan BEMSU. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp ke nomor yang bersangkutan belum mendapat respon.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *