JAKARTA, Rilpolitik.com – Pegiat media sosial, Jhon Sitorus menanggapi pernyataan Presiden terpilih, Prabowo Subianto yang mengingatkan pihak-pihak yang menolak diajak kerja sama untuk tidak menggangu pemerintahannya. Dia heran dengan pernyataan tersebut. Sebab, Prabowo belum dilantik jadi presiden, tapi merasa sudah diganggu.
“Belum kerja tapi udah ngaku-ngaku diganggu. Kata-katanya selalu disertai dengan nada keras,” kata Jhon Sitorus lewat akun X miliknya pada Sabtu (11/5/2024).
Menurut Jhon, Prabowo tak perlu anti terhadap kritik dari pihak-pihak yang berada di luar pemerintahannya.
“Jika kritik membuatmu merasa terganggu, sejatinya engkau sedang menandakan dirimu sebagai manusia otoriter,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga tak perlu reaktif dalam merespon kritik publik terhadap pemerintahannya nanti.
“Jangan apa-apa reaktif, katanya mau niru Jokowi. Baru dikritik aja udah kepanasan,” ucapnya.
“Makanya pilih wakil yang pintar, bukan yang planga-plongo biar bisa bantu nenangin pikiran dikit,” lanjutnya.
Sebelumnya, Prabowo meminta pihak-pihak yang menolak diajak kerja sama agar tidak mengganggu. Dia menekankan pihaknya hanya ingin bekerja untuk mengamankan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Kalau sudah tidak mau diajak kerja sama, ya jangan mengganggu. Orang lagi pada mau kerja kok. Kita mau kerja, kita mau kerja, kita mau amankan kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo dalam acara Bimtek dan Rakornas PAN di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024).








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







