NasionalPolitik

Kelakar Cak Imin: Harus Belajar Penuh ke Muhammadiyah Sejak Dimusuhi PBNU

4445
×

Kelakar Cak Imin: Harus Belajar Penuh ke Muhammadiyah Sejak Dimusuhi PBNU

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berkelakar bahwa dirinya harus belajar penuh ke Muhammadiyah setelah dimusuhi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Cak Imin mulanya merespon kicauan Ainun Najib di X yang memprediksi salafi yang merupakan musuh bebuyutan NU dan Muhammadiyah saat ini akan berhubungan baik dalam beberapa dekade mendatang. Bahkan, dia menyebut semuanya akan jadi NU pada waktunya.

“Salafi juga dalam beberapa dekade akan erat dengan Muhammadiyah dan NU juga. Maksimal 1 abad. Kerasnya Salafi sekarang is nothing compared to 20 tahun lalu. Semua akan menjadi NU juga pada waktunya,” tulis Ainun Najib melalui akun X-nya, @ainunnajib pada Sabtu (11/5/2024).

Menurut Cak Imin hal tersebut tak lepas dari proses saling belajar antar mereka sehingga menemukan titik yang menjadi khas Islam Indonesia.

“Semua sudah saling belajar dan menemukan warna khas baru Islam Indonesia,” kata Cak Imin.

Mantan Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Pilpres 2024 itu kemudian menyinggung hubungan dirinya dengan PBNU belakangan ini yang kurang harmonis.

“Saya pribadi merasa harus belajar penuh ke muhammadiyah, apalagi sejak diberi keanggotaan istimewa Muhammadiyah dan dimusuhi PBNU,” ujar Cak Imin disertai emoji tertawa.

Diketahui, hubungan PKB dengan PBNU kurang harmonis sejak salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu dipimpin Yahya Cholil Staquf. Tak jarang para pengurus terasnya saling lempar sindiran di publik.

Hubungan mereka menjadi makin kurang harmonis setelah Sekjen PBNU Saifullah Yusuf melempar wacana regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB. Sebagai catatan, Cak Imin memimpin PKB sudah sejak tahun 2005.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *