Serba-serbi

Jadi Khatib Salat Id, Kiai Abbasi Berharap Jamaah Tetap Istiqomah Usai Ramadan

×

Jadi Khatib Salat Id, Kiai Abbasi Berharap Jamaah Tetap Istiqomah Usai Ramadan

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ihsan Sumenep, Kiai Abbasi Rahman. [War/rilpolitik]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ihsan Sumenep, Kiai Abbasi Rahman menyebut Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Hal itu disampaikan Kiai Abbasi saat menjadi khatib salat Id di Musolla Al Ikhlas, di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ihsan, Jalan KH. Fathullah Nomor 99, Errabu, Bluto, Sumenep pada Rabu (10/4/2024).

Alumnus Pondok Pesantren Sidogiri itu berharap puasa Ramadan dapat menghapus segala bentuk dosa baik yang disengaja maupun tidak.

“Sehingga setelah pulang dari Musolla (melaksanakan ibadah salat Id) tidak bawa dosa sama sekali,” kata dia.

Selain itu, ia juga berharap para jamaah bisa istiqomah sehingga kebiasaan baik selama bulan Ramadan tetap berlanjut meskipun Ramadan sudah selesai.

“Kebiasaan di bulan ramadan bisa terus dilaksanakan hingga ramadan yang akan datang. Tetap istiqomah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau jamaah bisa melaksanakan puasa sunnah Syawal yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri selama 6 hari.

Idealnya, katanya, puasa Syawal dilaksanakan pada tanggal 2-7 Syawal. Namun, jika tak sempat, bisa dilakukan kapan saja yang penting 6 hari di bulan Syawal.

Dia kemudian mengutip hadis Rosulullah tentang keutamaan dari puasa sunnah Syawal.

Hadis yang dimaksud adalah: “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR Muslim).

“(jadi) Pahalanya seperti puasa setahun,”
tukas alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk itu.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *