JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak dunia saat ini kembali menembus level 100 dolar AS per barrel.
Purbaya menegaskan pemerintah akan tetap menjaga harga BBM bersubsidi. Dengan demikian, harga Pertalite tetap dipertahankan sebesar Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.
Adapun harga BBM nonsubsidi, kata Purbaya, sepenuhnya menjadi kewenangan PT Pertamina (Persero) sesuai mekanisme yang berlaku.
“BBM non-subsidi kan memang enggak disubsidi kan, terserah Pertamina. Kalau yang subsidi akan kita jaga terus,” kata Purbaya.
Purbaya menegaskan APBN masih memiliki kapasitas untuk meredam dampak kenaikan harga minyak karena asumsi dasar yang digunakan pemerintah tidak berubah.
“Kita asumsikan kan 100 dollar AS. Berarti keadaan ini bukan hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti, anggarannya seperti sebelumnya. Jadi enggak kaget lah,” ujarnya.
Meski begitu, ia memastikan pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila harga minyak dunia kembali meningkat di atas level tersebut.
Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta Kementerian Keuangan menyiapkan sejumlah simulasi fiskal dengan berbagai skenario harga minyak.
“Kemarin di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Bukan 100 dollar AS saja atau lebih, jadi gimana kita anggarannya. Jadi sedang kita hitung tadi,” ujarnya.
















