NasionalPolitik

Anas Urbaningrum Nilai Haji Her Tak Bisa Dipidana Soal Habiskan Rp38 M Dukung Khofifah di Pilkada 2024

×

Anas Urbaningrum Nilai Haji Her Tak Bisa Dipidana Soal Habiskan Rp38 M Dukung Khofifah di Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini
Anas Urbaningrum.
Anas Urbaningrum.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pengakuan pengusaha tembakau asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, yang menyebut telah menghabiskan dana sekitar Rp38 miliar untuk mendukung pemenangan Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024 lalu mendapat sorotan publik.

Pengakuan tersebut menuai kontroversi publik di media sosial karena dianggap sebagai pelanggaran Pilkada.

Politikus senior, Anas Urbaningrum ikut mengomentari pengakuan tersebut. Ia mengingatkan terkait aturan Pilkada yang membatasi besaran sumbangan dana kampanye.

“Jika merujuk aturan, batas sumbangan untuk korporasi adalah 750 juta rupiah dan perorangan 75 juta rupiah, per penyumbang kumulatif,” kata Anas lewat unggahannya di X, dikutip Jumat (24/7/2026).

Meski begitu, ia menilai pengakuan Haji Her tidak otomatis dapat dijadikan sebagai dasar untuk menindaknya sebagai pelanggaran Pilkada.

“Data (pengakuan) yang muncul pasca pilkada tidak bisa ditarik ke belakang dalam konteks penegakan hukum pilkada,” ujarnya.

Bagi Anas, pengakuan Haji Her justru menarik karena bisa saja praktik serupa terjadi di banyak Pilkada di daerah lain.

“Jika didalami, perihal seperti ini tidak khas Mbak Khof-Haji Her. Sangat mungkin terjadi di banyak pilkada. Menarik bukan?” pungkas Anas.

Sebelumnya, ramai di media sosial potongan video pengakuan Haji Her yang menyebut dirinya telah menghabiskan dana hingga Rp38 miliar untuk mendukung Khofifah pada Pilkada Jatim 2024.

“Saya habis Rp 38 miliar lho ke Bu Khofifah ini,” kata Haji Her.

Pernyataan itu disampaikan Haji Her saat memberikan sambutan pada puncak Harkopnas ke 79 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Selasa (21/7/2026).

CEO Bawang Mas Group itu menegaskan dirinya tidak pernah meminta uangnya itu diganti. Ia hanya meminta Khofifah memimpin Jatim dengan baik.

“Tanyakan ke Bu Khofifah, saya tidak pernah minta aneh-aneh, ndak pernah,” ungkapnya.

Haji Her mengaku mendukung Khofifah karena menyukai KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan meyakini Khofifah sebagai orang baik.

“Saya kan penggemarnya Gus Dur, Bu Khofifah membela Gus Dur waktu itu,” ujarnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *