EkonomiNasional

Alasan Perintah UUD 1945, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Pertamina

×

Alasan Perintah UUD 1945, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Pertamina

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pertamina.

Bahlil menyampaikan laporan soal kebijakan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/01/2026).

Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan ini merupakan proyek peningkatan produksi BBM dalam negeri. Proyek ini akan menambah kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 100.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph dari sebelumnya 260.000 bph.

Kepada Prabowo, Bahlil mengatakan kewajiban SPBU swasta membeli BBM Pertamina merupakan kebijakan dari hasil rapat Kementerian ESDM dengan PT Pertamina yang berlangsung hingga jam 2 dini hari, Senin (12/1/2026).

“Tadi malam Bapak Presiden, kami laporkan rapat sampai jam 2 pagi Pak. Kami telah bersepakat dengan Pak Simon dan seluruh Direksi dan Komisarisnya tadi malam, Komut hadir. Nanti Pak, dengan RDMP ini, kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95 dan 98. Itu supaya tidak kita impor lagi Pak. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina,” kata Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar itu beralasan kewajiban pembelian BBM ke Pertamina merupakan perintah UUD 1945 Pasal 33.

“Ini perintah konstitusi, perintah Pasal 33 adalah cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Dan oleh karena itu negara harus menyiapkan,” ujarnya.

Selain bensin, Bahlil juga menargetkan swasembada avtur pada 2027 dengan skema hanya mengimpor minyak mentah (crude) untuk diolah di dalam negeri.

Kebijakan memotong jalur importir ini, kata dia, berpotensi memicu serangan balik di media sosial, namun dia akan siap menghadapinya.

“Kalau ini mampu kita lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Dan setelah ini pasti ramai lagi di Sosmed. Karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur para importir,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *