JAKARTA, Rilpolitik.com – Pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun untuk mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sejumlah titik strategis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menuai sorotan.
Anggota Komisi II DPRD Solo, Silvester Rony Kamtoro mempertanyakan sumber pendanaan dari pemasangan baliho-baliho tersebut.
“(Kalau pakai APBD) ya pasti menyalahi anggaran,” kata Rony, Selasa (23/6/2026).
Rony menegaskan bahwa APBD seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan umum. Dia menyebut baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowihanya mewakili sebagian masyarakat saja.
“Uang APBD kan pasti harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, golongan ataupun perorangan,” ujarnya.
Selain itu, Rony menilai pemasangan baliho tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan di partai-partai lain. Sebab, Jokowi saat ini identik dengan PSI.
“Ini kan tidak pas karena Pak Jokowi kan kalau gak salah dia sebagai Pembina PSI,” kata dia.
“Saya tadi baca, Ketuanya DPC Gerindra juga mempertanyakan, kok Pak Prabowo ulang tahun enggak ada ucapan selamat,” lanjutnya.
Rony juga menampik alasan Pemkot Solo yang menyebut Jokowi sebagai mantan Walikota sekaligus Presiden yang berjasa kepada Kota Solo.
“Mantan-mantan Presiden yang ulang tahun di Bulan Juni itu banyak. Contohnya Ir Soekarno, Pak Soeharto, Pak BJ Habibie. Kenapa hanya Pak Jokowi saja?” kata dia.
Rony tak menutup kemungkinan baliho tersebut dibiayai oleh perorangan. Namun menurut Rony, pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun Jokowi oleh perorangan juga menimbulkan masalah lain. Pasalnya, baliho-baliho tersebut menampilkan logo resmi Pemkot Solo.
“Kalau uangnya memang dari pribadi atau perorangan yo tidak boleh pakai simbolnya Pemkot,” ujarnya.
Ia pun mendesak agar Ketua Komisi II DPRD Solo memanggil Pemkot Solo untuk menjelaskan pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi tersebut. Menurutnya, Pemkot Solo harus menjelaskan sumber dana untuk pemasangan baliho-baliho tersebut.
“Kalau memang itu pakai uang APBD ya itu harus klarifikasi dengan benar. Kalau atas nama perorangan ya juga harus dijelaskan kenapa pakai logo Pemkot,” kata dia.
Pemasangan baliho tersebut memicu reaksi dar
DPC Gerindra Kota Solo sebelumnya juga menyoroti pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi. Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno mengaku kecewa terhadap Pemkot Solo yang melakukan pemasangan baliho.
Alasannya, perlakuan serupa tidak diberikan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Presiden RI.
Padahal, kata Ardianto, Wali Kota Solo Respati Ardi saat ini berstatus sebagai kader dari Partai Gerindra.
“Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada. Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra,” kata Ardianto, Senin (22/6/2026).
















