DaerahHukum

Legislator Sumenep Sentil Said Abdullah Soal BSPS: Ada Dugaan Keterlibatan Anak Buahnya

×

Legislator Sumenep Sentil Said Abdullah Soal BSPS: Ada Dugaan Keterlibatan Anak Buahnya

Sebarkan artikel ini
Said Abdullah.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Anggota DPRD Sumenep, Badrul Aini menyentil nama Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah dalam dugaan korupsi Bantuan Stimulan dan Perumahan Swadaya (BSPS) yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep.

Badrul menyebut ada dugaan keterlibatan anak buah Said Abdullah di lapangan dalam dugaan pemotongan bantuan rumah swadaya itu.

Legislator dari dapil 8 yang meliputi Arjasa, Sapeken, dan Kangayan itu sebelumnya mengungkap bahwa bantuan BSPS yang diterima masyarakat kepulauan rata-rata tidak lebih dari Rp5 juta. Hal itu berdasarkan hasil investigasi Garuda Sakti Bersatu (Garda Satu) Kangayan di lapangan.

Masyarakat kepulauan, kata Badrul, sebenarnya sangat bersyukur dengan adanya bantuan rumah swadaya. Ia menyebut bantuan tersebut dibawa Said Abdullah ke Sumenep, namun justru disalahgunakan oleh oknum.

“Masyarakat kepulauan khususnya, juga menyadari bahwa bantuan yang inisiatornya adalah Pak Said Abdullah ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Mereka bersyukur, Namun ternyata itu disalahgunakan,” kata Badrul melalui pesan suara kepada rilpolitik.com pada Jumat (18/4/2025).

Ketua Garda Satu Jawa Timur itu menyebut ada dugaan keterlibatan anak buah Said Abdullah dalam kasus yang kini jadi sorotan publik ini.

Dia pun berharap Said Abdullah mengetahui kasus ini karena ulah anak buahnya yang diduga terlibat telah mencoreng nama baik politikus senior PDI Perjuangan itu.

“Mudah-mudahan kasus ini Pak Said mengetahui bahwa orang-orangnya di bawah yang kemudian terlibat dalam masalah ini mencermakan nama baiknya,” ujarnya.

Namun, Badrul enggan membocorkan identitas anak buah Said yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi BSPS. Ia menyampaikan agar informasi detail berkenaan dengan dugaan penyelewengan yang terjadi di lapangan bisa ditanyakan secara langsung kepada Garda Satu Kangayan.

“Ditanya aja ke Ketua Garda Satu yang sudah melakukan investigasi di lapangan,” ujarnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *