JAKARTA, Rilpolitik.com – Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey mewanti-wanti penggunaan anggaran Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk pembiyaan Pilkada Jawa Barat 2024 dilakukan secara prudent. Ia tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Sebab itu, perlu adanya pengawasan yang ketat.
Sebagai informasi, anggaran NPHD yang dialokasikan untuk Pilkada 2024 mencapai Rp1,6 triliun.
“Kita harus memastikan agar penggunaan NPHD ini diawasi dengan baik. Jangan sampai, setelah pelaksanaan Pilkada, muncul masalah yang tidak diinginkan, seperti adanya ‘piring kotor’ yang merusak integritas proses Pilkada itu sendiri,” ujar Ujang Bey usai pertemuan dengan Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, penyelenggara pemilu, serta Penjabat (PJ) Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (13/11/2024).
Ujang menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran NPHD, mengingat situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Saya tekankan kepada seluruh penyelenggara pemilu di Jawa Barat untuk memanfaatkan anggaran dengan bijak. Mengingat kondisi ekonomi yang kurang stabil, kita harus menjaga setiap rupiah yang dikeluarkan. Diharapkan Pilkada serentak pada 2024 ini dapat berjalan dengan sukses, transparan, dan bersih,” tegas politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut.
Ujang berharap penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 dapat menjadi percontohan yang sukses dengan kualitas yang baik, sehingga memberikan pengalaman positif bagi demokrasi Indonesia ke depan.
“Ini menjadi momentum penting, di mana masyarakat mengharapkan Pilkada serentak tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan proses yang transparan, adil, dan berkualitas,” tambahnya.
Tak lupa, Ujang juga mengingatkan pentingnya peran Penjabat (Pj) di berbagai daerah di Jawa Barat dalam menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya mengingatkan seluruh PJ untuk selalu menegaskan kepada ASN agar tetap netral. Kenetralan ASN sangat krusial demi terciptanya penyelenggaraan Pilkada yang jujur, adil, dan transparan,” jelas Ujang.
















