SUMENEP, Rilpolitik.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumenep, Ilyasi Siraj masih enggan berbicara terkait dengan langkah politik Gerindra dalam menghadapi Pilkada Sumenep November mendatang.
Dihubungi melalui pesan tertulis WhatsApp, Ilyasi belum bisa memberikan kepastian terkait masa depan politik Gerindra di Pilkada 2024.
Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka itu mengaku bahwa pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk dari DPP Partai Gerindra untuk menentukan langkah politik ke depan.
“Masih menunggu petunjuk dari DPP,” kata Ilyasi singkat kepada rilpolitik.com pada Selasa (7/5/2024).
Ilyasi juga menegaskan tidak ada figur yang dijagokan baik dari kader Gerindra sendiri maupun non kader untuk Pilkada Sumenep 2024. “Tidak ada,” tegasnya.
Sebagai informasi, perolehan kursi Gerindra di DPRD Sumenep pada Pileg 2024 tidak signifikan. Partai berlambang burung Garuda emas itu hanya bisa mengamankan 2 kursi.
Jumlah tersebut turun jauh jika dibandingkan dengan hasil Pileg 2019 di mana Gerindra mampu meraih 6 kursi.
Sementara itu, merujuk pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2020, pencalonan pasangan bupati dan wakil bupati oleh partai politik (parpol) harus mendapat dukungan partai atau gabungan partai yang memperoleh 20 persen kursi di DPRD, atau 25 persen suara sah dalam Pemilu terakhir.
Dengan demikian, Gerindra Sumenep tentu saja masih perlu mencari gandengan parpol lain untuk bisa mengusung paslon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2024.
(Ah/rilpolitik)










![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)





