DaerahNasionalPolitik

Said Abdullah Disebut Sebagai Aktor di Balik Brutalnya Pilkada Sumenep 2024

×

Said Abdullah Disebut Sebagai Aktor di Balik Brutalnya Pilkada Sumenep 2024

Sebarkan artikel ini
Loyalis Mas Kiai, Fauzi As (pegang mic) saat berorasi dalam aksi unjuk rasa menolak Pilkada curang di depan Kantor Bawaslu Sumenep pada Kamis (5/12/2024).

SUMENEP, Rilpolitik.com – Pilkada Sumenep 27 November lalu disebut berlangsung secara brutal. Banyak dugaan pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh Paslon petahana Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim (FAHAM) dibiarkan tanpa adanya penegakan hukum yang tegas oleh Bawaslu Sumenep selaku pengawas pemilu.

Hari ini, massa yang mengatasnamakan diri Koalisi Rakyat Melawan (KORAMEL) menggelar aksi demonstrasi menolak pelaksanaan Pilkada Sumenep yang curang di depan Kantor Bawaslu Sumenep.

Loyalis Mas Kiai (panggilan akrab Cabup nomor 1 KH Ali Fikri), Fauzi As secara blak-blakan menyebut aktor di balik brutalnya Pilkada Sumenep adalah Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah.

Said Abdullah diketahui merupakan politikus senior PDI Perjuangan yang juga paman dari Cabup petahana Achmad Fauzi Wongsojudo.

Fauzi As mengatakan bahwa Mas Kiai sejak awal memang berusaha untuk dijegal dengan cara intimidasi agar tidak maju pada kontestasi Pilkada Sumenep 2024.

“Saya lihat temen-temen yang orasi dari tadi sebetulnya tidak ada yang berani menyebut siapa aktor di balik junubnya demokrasi di Sumenep ini,” kata Fauzi As dalam orasinya di depan Kantor Bawaslu Sumenep hari ini, Kamis (5/12/2024).

“Saya sedikit bercerita bahwa perjalanan Mas Kiai dari awal ini memang sudah penuh dengan pola-pola intimidasi yang dilakukan oleh, kalau bahasanya Mas Sulaisi menggunakan diksi Setan Gundul. Barangkali ada orang-orang Said di sini silakan direkam ini suara saya,” lanjutnya.

Pria berambut gondrong itu bercerita sempat ditelepon oleh seorang jenderal aktif bintang 2 yang merupakan suruhan dari Said Abdullah. Sang jenderal, katanya, atas suruhan Said bertanya terkait sumber dana pencalonan KH Ali Fikri-Unais Ali Hisyam (FINAL) di Pilkada Sumenep. Telepon itu terjadi tepat satu minggu sebelum hari pencoblosan.

“Saya menjawab pada waktu itu, Mas Kiai adalah modal patungan dari rakyat,” tuturnya.

Fauzi As menegaskan dirinya tidak akan pernah takut menghadapi intimidasi yang dilakukan Said beserta orang-orangnya.

“Saya berdiri bersama Mas Sulaisi tidak pernah takut dengan intimidasi dan tidak akan pernah mundur sampai Pilkada ini betul-betul diselenggarakan dengan cara-cara yang beradab,” tegasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, Said juga disebut menelepon sejumlah pengusaha untuk mengorek informasi-informasi terkait bisnis yang dilakukan oleh Fauzi As. Ia pun menantang Said untuk melaporkan dirinya jika berani.

“Seharian informasi yang saya dapat, Said Abdullah sibuk ngurus saya. Telepon pengusaha bisnisnya apa begitu. Dan ini saya sampaikan, mungkin dia mau laporkan saya, silakan. Karena saya sudah merekam pembicaraan itu,” tutur Fauzi.

Terkait pencalonan Mas Kiai, Fauzi As menegaskan bahwa hal itu berangkat atas aspirasi rakyat melawan ketidakadilan. Dia menyatakan Mas Kiai bukan sosok yang bersyahwat untuk menguasai Sumenep. “Beda dengan sebelah,” ujarnya.

“Dan saya sampaikan bahwa memang dari awal, mulai dari pengurusan rekomendasi, kesulitan-kesulitan itu saya temeni bersama Mas Sulaisi berdua bolak-balik ke Jakarta. Itulah kekuatan Setan Gundul yang sampai hari ini mengakar di Kabupaten Sumenep,” ucapnya.

Fauzi As mengatakan sengaja menyampaikan ke publik berbagai upaya kotor yang dilakukan Said Abdullah untuk menjegal pencalonan Mas Kiai.

“Supaya publik menjadi tahu bahwa Mas Kiai tidak hanya ditekan di lokal tapi menggunakan tokoh-tokoh nasional untuk meneleponi orang-orangnya,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *