JAKARTA, Rilpolitik.com – Aktivis demokrasi, Islah Bahrawi mengaku rumahnya kembali disatroni orang tidak dikenal (OTK). Mereka, kata Islah, melakukan pemotretan dan pemantauan dari pagi hingga malam.
Islah sendiri mengatakan sudah tidak peduli lagi dengan aksi para OTK yang kerap memotret aktivitas keluarganya secara diam-diam.
“Sebenarnya saya sudah tidak peduli juga dengan aksi mereka yang setiap pagi-siang-malam memotret dan memantau rumah saya,” kata Islah lewat unggahannya di akun Threads miliknya, dikutip Jumat (31/7/2026).
Islah menegaskan dirinya tidak takut terhadap intimidasi, siapa pun pelakunya. “Entah pelakunya tentara, polisi atau preman sekalipun, yang jelas saya tidak akan bisa dibungkam,” tegas dia.
Kejadian ini membuat Islah berkesimpulan bahwa intimidasi rezim berkuasa kepada aktivis sipil saat ini tidak jauh berbeda dengan rezim Orde Baru (Orba).
“Kesimpulan saya sudah mengerucut: ‘daya intimidasi REZIM ini kepada aktivis sipil, tidak jauh beda dengan ORDE BARU!’,” ujar Islah.
Islah mengunggah tangkapan layar rekaman CCTV. Dalam unggahan tersebut, terlihat peristiwa yang disebut pengintaian itu terjadi pada tanggal 29 Juli 2026, pukul 08.43 WIB.
Saat itu, kata Islah, OTK tersebut kabur setelah aktivitasnya dipergoki oleh warga sekitar.
“Pelaku (pemotor) yang sedang memotret dan memvideokan aktivitas keluarga saya, kabur setelah dipergoki oleh warga,” tulis Islah.
Dugaan pengintaian ini bukan terjadi kali ini saja. Islah pada akhir Mei 2026 pernah mengungkap kejadian serupa. Saat itu, ia mengaku rumahnya “dikepung” oleh OTK dalam 10 hari terakhir. Ia meyakini pelaku adalah oknum TNI.
“Dalam 10 hari terakhir rumah saya ‘dikepung’ oleh beberapa oknum yang saya yakini tentara. Mereka merekam siapa pun yang beraktivitas di rumah dan lalu menguntit ke mana pun saya pergi. Mereka juga memetakan dan mempelajari setiap lekuk teritorial di seputaran tempat saya tinggal. Mereka menyatroni rumah saya tanpa henti, dari pagi hingga pagi lagi,” kata Islah pada Senin (25/5/2026).
(War/rilpolitik)



![Bea Cukai dan Polri Gagalkan Upaya Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 M di Surabaya. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000067937-350x220.jpg)





![Warga nyuci di sungai. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000067752-350x220.jpg)



![Bea Cukai dan Polri Gagalkan Upaya Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 M di Surabaya. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000067937-180x130.jpg)


