JAKARTA, Rilpolitik.com – Pegiat media sosial, Jhon Sitorus menyoroti pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) RI sekaligus Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menyebut bahwa pembangunan infrastruktur tidak penting tanpa adanya keamanan bagi masyarakat. Menurut Jhon, pernyataan Prabowo itu sebagai sindiran ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
“Untuk kesekian kalinya Prabowo menyinggung Jokowi lagi. Sebelumnya, Prabowo mengkritik Jokowo soal UKT yang sangat mahal,” kata Jhon melalui akun X pribadinya pada Senin (15/7/2024).
Jhon melihat pernyataan Prabowo itu sebagai kritik terhadap pemerintahan Jokowi yang dianggap hanya mementingkan pembangunan infrastruktur.
“Prabowo kembali memberi kritik menohok soal negara yang tidak aman. Prabowo menilai negara hanya fokus membangun Infrastruktur, tapi lupa soal pertahanan dan keamanan negara,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Jhon, kritik Prabowo itu menunjukkan semakin lemahnya kekuatan Jokowi di hadapan para menterinya.
“Ini sekaligus tanda-tanda bahwa power Jokowi semakin kecil dan tak dianggap lagi oleh menteri-menterinya. Menteri-menteri kabinetnya bahkan mulai fokus soal urusan 2025 seperti Makan siang gratis,” jelasnya.
“Ini baru permulaan, kita nikmati saja wahai sodara-sodara,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto menilai pembangunan infrastruktur tidak penting tanpa disertai dengan adanya keamanan bagi rakyat.
“Untuk apa kita bangun gedung-gedung, pelabuhan, bandara. Untuk apa kita bangun kereta api cepat, untuk apa kita bangun jalan raya, untuk apa kita bangun waduk, kalau negara ini tidak utuh, tidak aman, tidak terlindungi,” kata Prabowo ketika memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja di Balai Sudirman, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, melindungi negara harus sesuai dengan pesan yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
Setelah itu, katanya, barulah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
“Yang pertama melindungi, baru memajukan kesejahteraan. Jadi ekonomi, kemakmuran, itu kedua. Pertama, melindungi, baru mencerdaskan, baru pendidikan. Melaksanakan ketertiban dunia,” ucap dia.









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)






