Oleh: Kurniawan Zulkarnain
Penggemar sepak bola dan Pengamat Kebijakan Publik
Selama 39 hari, mulai tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026, bermiliar pasang mata di seluruh belahan dunia terpikat oleh magnit FIFA World Cup 2026. Perhelatan ini merupakan hajat akbar abad ke-21. Jumlah peserta sebanyak 48 negara dari enam konfederasi (benua sepak bola dunia), yaitu Asia (AFC), Afrika (CAF), Eropa (UEFA), Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), Amerika Selatan (CONMEBOL), serta Oseania (OFC). Mereka beradu taktik dan strategi secara sportif serta saling menghargai.
Turnamen diselenggarakan dalam 104 pertandingan yang tersebar di tiga negara dan 16 kota tuan rumah. Kanada menggelar pertandingan di dua kota, Meksiko di tiga kota, dan Amerika Serikat di 11 kota, salah satunya menjadi lokasi penyelenggaraan final pada 19 Juli 2026, yaitu di New York/New Jersey. Pertandingan final mempertemukan dua raksasa sepak bola, Spanyol dan Argentina, yang berakhir dramatis dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina.
Dengan menetapkan lokasi di tiga negara dan 16 kota, FIFA memiliki berbagai pertimbangan. Dari sisi bisnis, penyebaran lokasi pertandingan memungkinkan perhelatan ini menjangkau lebih banyak penonton, meningkatkan penjualan tiket, menarik lebih banyak sponsor, serta memperluas pendapatan dari sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, dan penyiaran. Amerika Serikat sendiri memiliki stadion berkapasitas besar dan pasar olahraga yang sangat menguntungkan.
Dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta (sebelumnya 32 negara pada 2022), penyebaran pertandingan ke tiga negara juga membantu mengurangi beban logistik dan memungkinkan lebih banyak pertandingan berlangsung secara lancar. Dengan demikian, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 merupakan perpaduan antara strategi bisnis global, efisiensi penyelenggaraan, diplomasi olahraga, dan perayaan keragaman budaya dari berbagai belahan dunia.
Generasi Baru Sepak Bola Dunia
Perhelatan Piala Dunia 2026 ini merupakan momen terakhir bagi dua pemain sepak bola terbaik, yakni Lionel Messi dari Argentina dan Cristiano Ronaldo dari Portugal. Karena faktor usia, keduanya telah mewarnai dunia sepak bola selama hampir dua dekade dan memutuskan menggantungkan sepatu. Keduanya tidak diragukan lagi telah menjadi daya tarik Piala Dunia serta menorehkan namanya dalam sejarah perhelatan tersebut.
Bagai peribahasa “esa hilang, dua terbilang”, begitu Messi dan Ronaldo mundur dan menggantungkan sepatunya, bermunculan pemain-pemain muda berbakat, seperti Lamine Yamal dari Spanyol (19 tahun), Warren Zaire-Emery (20 tahun) dari Prancis, Arda Güler (21 tahun) dari Turki, Alejandro Garnacho (22 tahun) dari Argentina, Florian Wirtz (23 tahun) dari Jerman, serta pesepak bola muda lainnya. Mereka tentu saja berpeluang tampil pada Piala Dunia 2030.
Di antara para pesepak bola muda tersebut, yang paling bersinar adalah Lamine Yamal sekaligus menjadi ikon Piala Dunia 2026. Yamal lahir di Spanyol dari ayah keturunan Maroko dan ibu keturunan Guinea Khatulistiwa. Yamal merepresentasikan wajah dunia modern yang semakin majemuk, di mana keberagaman tidak menjadi penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat kemanusiaan.
Kesuksesan Lamine Yamal bersama Tim Nasional Spanyol juga mengirimkan pesan bahwa prestasi dibangun oleh kerja keras, disiplin, dan kolaborasi, bukan oleh asal-usul seseorang. Dalam sebuah tim, setiap pemain memiliki peran yang berbeda, tetapi kemenangan hanya dapat diraih apabila semua mampu bekerja sama. Nilai-nilai inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan.
Merawat Persaudaraan Global
Olahraga mengajarkan penghormatan kepada lawan. Setelah pertandingan berakhir, para pemain saling berjabat tangan, bertukar jersey, dan saling memberikan apresiasi. Rivalitas berhenti ketika peluit panjang dibunyikan. Tradisi sederhana ini mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa persaingan tidak harus melahirkan permusuhan, melainkan membangun persahabatan dan persaudaraan.
Fenomena pesepak bola asal Spanyol berdarah Maroko, Lamine Yamal, memperlihatkan bagaimana migrasi, keragaman budaya, dan integrasi sosial dapat melahirkan generasi yang mampu berprestasi di tingkat global. Dalam dirinya bertemu berbagai identitas yang justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Dunia memerlukan lebih banyak “Lamine Yamal”, yaitu generasi yang menjadikan perbedaan sebagai modal bersama untuk membangun masa depan bersama.
Pertandingan final yang dramatis dan penuh taktik dimenangkan oleh Spanyol pada menit ke-106, yakni detik-detik terakhir masa perpanjangan waktu. Gol dicetak oleh pemain pengganti Ferran Torres melalui umpan matang dari Yamal. Di akhir pertandingan final terjadi insiden ketika tiga pemain Argentina menyerang secara agresif pemain Spanyol. Presiden FIFA memandang insiden tersebut sebagai tindakan yang mencederai olahraga sepak bola dan tengah mempertimbangkan pemberian sanksi kepada Tim Nasional Argentina.
Perhelatan akbar selama 39 hari ini telah menjadi magnit global. Tidak mengherankan apabila Nelson Mandela pernah mengatakan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia karena mampu menyatukan orang-orang dengan cara yang hampir tidak dapat dilakukan oleh hal lain. Senada dengan Mandela, bintang film Hollywood Tom Cruise dalam sambutannya pada final Piala Dunia 2026 menyatakan bahwa sepak bola telah menyatukan orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dalam rasa gembira dan bahagia. Sudah saatnya para politisi, baik di tingkat global maupun lokal, belajar dari semangat sepak bola ini.
Wallahu a’lam bi al-shawab.



![Tokoh aktivis mahasiswa dan pemuda, Mohammad Bifa Agusryyanto (pegang mic) dalam acara Seminar "Menarasikan Ulang Republik, Menuju Reformasi Partai Politik" di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (25/7/2026). [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000067612-350x220.jpg)









![Tokoh aktivis mahasiswa dan pemuda, Mohammad Bifa Agusryyanto (pegang mic) dalam acara Seminar "Menarasikan Ulang Republik, Menuju Reformasi Partai Politik" di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (25/7/2026). [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000067612-180x130.jpg)


