NasionalPolitik

PDIP ke Grace Natalie: Ngaca! Anda Muka Badak, Jadi Komisaris BUMN Langgar Banyak Aturan

×

PDIP ke Grace Natalie: Ngaca! Anda Muka Badak, Jadi Komisaris BUMN Langgar Banyak Aturan

Sebarkan artikel ini
Politikus PSI Grace Natalie. [Tangkapan layar]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus meminta Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Grace Natalie untuk sadar diri. Dia menyebut Grace Natalie melanggar banyak aturan dalam penetapan dirinya sebagai Komisaris BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).

Deddy awalnya merespons pernyataan Grace Natalie yang meminta PDIP untuk menarik kadernya dari kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Makruf Amin.

Deddy mengatakan PDIP tidak menarik kadernya dari kabinet sebagai bentuk komitmen partai banteng yang telah melahirkan Jokowi sebagai pemimpin.

Meski begitu, PDIP siap menarik kadernya jika Jokowi sudah tidak menginginkannya berada di kabinet.

“Eh Grace ingat, Pak Jokowi itu dilahirkan dari rahim PDI Perjuangan mulai dari walikota, gubernur sampai presiden dua periode. Kita tidak menarik kader dari kabinet Pak Jokowi meski beliau mengkhianati PDI Perjuangan karena komitmen kita, kita yang melahirkan Jokowi beserta semua program-programnya, kami berkomitmen menjaga hingga akhir pemerintahan, kecuali Pak Jokowi sudah tidak butuh,” kata Deddy melalui unggahannya di Tiktok @deddyyevrisitorus pada Minggu (18/8/2024).

“Jadi anda (Grace) ngomong sama Pak Jokowi kalau mau narik ya, kalau mau memecat, menyingkirkan, tidak masalah. Itu baru beradab gitu lho,” sambungnya.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menegaskan partainya akan tetap menjaga adab. Dia mengatakan tak masalah jika kader PDIP dikeluarkan dari kabinet.

“Kami tetap menjaga adab. Yang tidak menjaga adab itu namanya biadab gitu. Nggak ada persoalan ditarik. Emang kita butuh banget gitu jabatan menteri kayak lo? Gitu lho,” tegasnya.

Deddy kemudian mengungkit penunjukan Grace Natalie sebagai Komisaris BUMN MIND ID. Dia menyebut hal itu melanggar Undang-Undang (UU) BUMN, Peraturan Menteri (Permen), dan Peraturan Presiden (Perpres) yang pada intinya melarang komisaris dan direksi BUMN jadi pengurus partai politik (parpol). Grace Natalie, kata Deddy, hingga kini masih tercatat sebagai pengurus PSI di Kementerian Hukum dan HAM.

“Anda tolong ngaca! Anda wakil ketua partai sampai sekarang masih terdaftar sebagai pengurus. Anda melanggar Undang-Undang BUMN, Peraturan Menteri, Peraturan Presiden bahwa pengurus partai politik tidak boleh menjabat komisaris, direksi ya, pengurus BUMN. Tapi anda melanggar secara terbuka.

Deddy menyebut Grace Natalie tak bermoral dan biadab karena melanggar Undang-Undang secara nyata.

“Artinya, anda tidak bermoral. Nah, orang tidak bermoral namanya amoral. Jadi Grace, anda amoral karena melanggar aturan yang ada secara telanjang,” ucapnya.

“Anda masih menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, belum ada SK perubahan di Kumham, tapi anda tebal muka, muka badak, merasa tidak melanggar aturan atau melanggar aturan tidak apa-apa. Jadi silakan kalau sikap amoral, sikap biadab mau dipelihara, sak karep kalian. Oke!” lanjutnya.

Deddy kembali mempersilakan jika kader PDIP mau dikeluarkan dari kebinet Jokowi. Menurutnya, PDIP sama sekali tidak keberatan.

“Mau ganti menteri, ganti kagak ada urusan. Lu kata itu penting banget? Itu komitmen ya dari awal kita yang melahirkan pemerintahan ini. Kalau mau diusir, usir saja emang gua pikirin? Oke!” tegasnya.

Terakhir, dia berpesan kepada Grace Natalie untuk menjaga omongannya. Deddy meminta Grace untuk fokus mengurus partai sendiri.

“Jaga mulut anda mending ngurus partai sendiri, nggak usah ngurusin orang lain. Anda lupa dari mana Jokowi berasal. Bahwa hari ini dia menikam PDI Perjuangan, itu silakan adabnya dia,” pungkas Deddy.

(Ah/rilpolitik)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *