NasionalPolitik

PDIP Ingatkan Jokowi Sadar Diri, Kekuasaan Ada Batasnya

×

PDIP Ingatkan Jokowi Sadar Diri, Kekuasaan Ada Batasnya

Sebarkan artikel ini
Politikus PDIP Komarudin Watubun.

Rilpolitik.com, Jakarta – Ketua Bidang Kehormatan PDI-P Komarudin Watubun mengingatkan Presiden Joko Widodo agar sadar diri bahwa kekausaan ada batasnya.

Ia berharap mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak terlena dengan pujian orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Terlebih, terhadap elite politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Ini hati-hati, pertanyaannya apakah koalisi besar tadi itu semua kompak ikhlas lahir batin untuk kawal Jokowi?” Kata Komarudin dikutip dari tayangan YouTube Kompas pada Jumat (9/2/2024).

Komarudin pun menyinggung proses turunnya Presiden ke-2 RI Soeharto pada tahun 1998. Kala itu, orang dekat Soeharto, Harmoko, yang menjabat sebagai pimpinan DPR/MPR sempat menyatakan bahwa masyarakat masih menginginkan Soeharto untuk memimpin pemerintahan.

“Pak Harmoko (mengatakan), ‘Bapak masih dikehendaki oleh rakyat Indonesia’ jadi waktu sidang umum (MPR) dia semangat pukul palu sampai palu terlepas dari tangkai,” tutur dia.

Namun, kata Komarudin, saat gelombang demonstrasi mahasiswa semakin besar sampai memasuki dan menduduki gedung DPR RI, sikap Harmoko pada Soeharto berubah.

“Berapa waktu kemudian mahasiswa duduki DPR, dia (Harmoko) datang minta Pak Harto untuk mundur,” sebutnya.

Anggota Komisi II DPR RI ini pun mengaku khawatir Jokowi akan kecewa dengan banyak pihak yang saat ini selalu berada di sekitar dan memuji-mujinya.

“Pak Jokowi orang yang saya pernah berjuang sama-sama. Jelek-jelek begini pernah jual mobil untuk perjuangkan dia untuk jadi Gubernur DKI Jakarta. Di tangan saya ini ikut tanda tangan rekomendasi dia jadi Gubernur DKI Jakarta. Waktu itu Pak Taufik (Kiemas) tidak mau. Ini saya masih harap sekali dia jangan terlalu percaya orang-orang ini. Saya khawatir, dia besok kecewa,” papar Komarudin.

Baca juga:  Jika Gibran Presiden, Jokowi Bisa Jadi Menteri Utama

Terakhir, ia kembali mengingatkan bahwa setelah tak lagi menjabat, seseorang kerap ditinggalkan oleh pihak-pihak yang selama ini selalu memuji atau mencari muka padanya.

“Jadi kau itu dielu-elukan, disenangi orang itu karena kau punya jabatan, punya kekuasaan. Tapi habis itu biasa, semua akan pergi,” imbuh dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *