EkonomiNasional

Paguyuban Warung Madura Kutuk Aksi Kekerasan oleh Oknum TNI, Minta Segera Diusut

×

Paguyuban Warung Madura Kutuk Aksi Kekerasan oleh Oknum TNI, Minta Segera Diusut

Sebarkan artikel ini
Ketua Paguyuban Warung Madura Abdul Hamied.
Ketua Paguyuban Warung Madura Abdul Hamied.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Aksi kekerasan terhadap penjaga warung Madura di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.

Sorotan semakin tajam lantaran pelaku diduga merupakan oknum anggota TNI. Dalam video yang beredar, pelaku melakukan aksi kekerasan hingga perusakan.

Situasi ini berawal dari adu mulut antara penjaul dan pembeli diduga akibat kesalahpahaman. Seorang pria berbaju hitam dan helm putih lalu melayangkan bogeman ke arah penjaga warung wanita.

Melihat istrinya diserang, sang suami pun langsung berusaha melerai. Namun, situasi justri semakin memanas karena pelaku makin agresif.

Tak hanya menyerang fisik, pelaku juga melakukan perusakan sejumlah fasilitas warung, seperti etalase dan lemari pendingin dengan menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

Ketua Paguyuban Warung Madura, Abdul Hamied mengutuk keras aksi kekerasan tersebut. Menurutnya, perbuatan tersebut merupakan tindakan pengecut karena melakukan penyerangan terhadap wanita.

“Mengutuk keras terjadinya pemukulan dan penganiayaan terhadap penjaga warung Madura tersebut apalagi memukul dan menganiaya seorang perempuan. Itu adalah perbuatan pengecut,” kata Hamied dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Hamied pun mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut yang pelakunya diduga anggota TNI.

“Mendesak agar Polisi segera mengusut dan menindak tegas kebiadaban dan premanisme yang dilakukan orang yang mengaku aparat TNI tersebut,” tegasnya.

Jika pelakunya adalah anggota TNI aktif, Hamied tetap meminta agar kasusnya ditangani kepolisian. “Karena perbuatan yang bersangkutan adalah kriminalitas yang sangat serius,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia juga mengimbau penjaga warung Madura untuk menahan diri, tetapi tetap waspada.

“Meminta kepada seluruh penjaga warung Madura di seluruh Indonesia untuk menahan diri, tapi tetap waspada terhadap upaya-upaya orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” imbaunya.

Terakhir, Hamied menyampaikan pihaknya akan terus mengawal kasus ini agar korban mendapatkan keadilan.

“Kami Paguyuban Warung Madura akan terus mengawal kasus ini agar anggota kami yang mengalami penganiayaan mendapat keadilan yang seadil-adilnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra mengatakan bahwa kasus tersebut telah diambil alih oleh Polisi Militer TNI.

“Iya (sudah monitor). Sudah ditangani POM,” kata Roby Saputra, Selasa.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *