JAKARTA, Rilpolitik.com – Ali Mochtar Ngabalin mengungkap perjalanan spritual Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia memuji Jokowi sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan Tuhan. Ini pernyataan lama yang kembali viral di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di Youtube Kantor Staf Presiden yang tayang pada 5 Juli 2024. Saat itu, Ngabalin masih menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) pada kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Makruf Amin.
Politikus Partai Golkar ini mengaku tahu betul perjalanan spritual Jokowi yang merupakan bosnya itu.
“Presiden Joko Widodo ini pemimpin yang berjalan dengan caranya sendiri. Karena saya tahu komunikasinya dengan Allah SWT itu luar biasa,” kata Ngabalin
Salah satu cara Jokowi mendekatkan diri kepada Allah, kata Ngabalin, adalah dengan berpuasa sunnah Nabi Daud. Dia menyebut hal itu dilakukan Jokowi selama lebih dari 18 tahun.
“Puasa Nabi Daud-nya per hari ini lebih dari 18 tahun. Saya nggak sebegitunya. Masih lebih jago Pak Jokowi,” ujar dia.
Ngabalin bahkan mengungkap cara Jokowi bermunajat kepada Allah SWT melebihi dari seorang ulama.
“Dalam waktu-waktu tertentu, dia bersemedi, dia bermunajat kepada Allah SWT melebihi seorang ulama, yang tidak pernah saya lihat dalam sejarah pergaulan saya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ngabalin mengungkap sisi kemanusiaan Jokowi. Menurutnya, Jokowi merupakan sosok pengasih dan penyayang. Dia juga tidak pernah memiliki dendam terhadap siapa pun.
“Teduh, tenang. Jadi ini orang memang tidak pendendam, pengasih dan punya sifat menyayangi,” katanya.
Selain itu, kata dia, Jokowi juga bersikap ramah terhadap semua bawahannya tanpa pandang bulu.
“Dia punya sifat kalau orang-orang pangkat kecil kayak abang kemudian dia datang “bagaimana kabar abang?” dan itu bukan sama saya aja, sama pengawalnya,
patwal, ramah sama semua. Makan biasa,” ucapnya.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan Jokowi sebagai sosok pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya. Sehingga dapat melayani rakyat tanpa tendensi kepentingan pribadi.
“Jadi ini orang betul-betul tidak punya tendensi kepentingan yang lebih besar tentang hidupnya. Sudah selesai dengan hidupnya. Jadi enak dia melayani,” ujarnya.
(Ah/rilpolitik)








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







