DaerahPolitik

Netizen Kritik Pembangunan Tugu Keris Raksasa di Sumenep: Masih Banyak Jalan Rusak

×

Netizen Kritik Pembangunan Tugu Keris Raksasa di Sumenep: Masih Banyak Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Tugu Keris Raksasa di Sumenep. [Foto: Kompas.com]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Netizen Sumenep tampaknya tidak sepenuhnya setuju dengan pembangunan tugu keris raksasa di Kecamatan Pragaan yang menjadi kebanggaan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Banyak warganet yang menilai pembangunan tugu senilai Rp2,5 miliar itu tidak terlalu penting. Sebab, menurut mereka, ada hal yang lebih mendasar yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, mulai dari masalah kemiskinan hingga banyaknya infrastruktur jalan yang rusak.

Respons negatif warganet terkait pembangunan tugu keris raksasa itu terekam dalam kolom komentar unggahan Instagram akun ini.

Mereka yang notabene warga Sumenep mengkritik pembangunan tugu tersebut. Menurut mereka, pemerintah tidak bisa memilih dan memilah program yang harus diprioritaskan.

“Sumenep ngga ada perubahan. Kan bisa ditunda pembuatan Tugu Keris ini dialihkan ke sarana dan prasaran jalan dan lain-lain. Seharusnya bisa membedakan mana prioritas utama,” kata akun @silent_treatment_**** dilihat rilpolitik.com pada Rabu (7/8/2024).

Netizen mempertanyakan manfaat dari tugu raksasa itu untuk masyarakat. Menurutnya, anggaran besar itu seharusnya bisa dipakai untuk memperbaiki jalan rusak dan memberantas kemiskinan.

“Uang Rp 2,5 M bisa memperbaiki jalan yang rusak. Malah lebih terlihat perubahan yang positif. Malah buat keris, terus untungnya ke masyarakat apa?” tulis akun @arif_kar***.

“Rp2,5 miliar hanya untuk bangun keris? Memanngnya manfaatnya untuk apa ya? Kenapa dana sebesar itu tidak dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat?” ujar @ibaiu***.

“Berantas kemiskinan baru bangun tugu keris,” ujar @dedyarisaputr***.

Warganet lainnya berpendapat daripada membangun tugu, lebih baik anggarannya dipakai untuk memfasilitasi pengrajin keris mendapatkan tempat yang layak dalam memasarkan produknya.

“Dibuat pembangunan pasar untuk penjual keris kayaknya jauh lebih baik daripada monumennya,” kata akun @ai_asli_indone***.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sedang membangun Tugu Keris setinggi 17 meter yang berlokasi di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pembangunan tugu keris tersebut untuk menguatkan identitas Sumenep sebagai Kota Keris yang sudah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Kami memandang perlu untuk menguatkan identitas Sumenep sebagai Kota Keris ini melalui pembangunan tugu keris,” katanya dikutip dari liputan6.com.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *