JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa meyakini dirinya tahun ini mampu membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen hingga 7 persen.
Selain karena memiliki cukup likuiditas untuk membiayai ekonomi, Purbaya juga merasa dirinya lebih baik daripada menkeu sebelumnya.
“Saya memiliki cukup uang untuk mendorong ekonomi tumbuh 6% atau 6,5% atau 7%, karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya,” ujar Purbaya, Selasa (3/2/2026).
Purbaya membandingkan kebijakan ekonomi di era kepemimpinannya dengan periode Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Purbaya meyakini kebijakan fiskal dan pengelolaan saat ini lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan secara seimbang.
Ia menilai selama sekitar 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi nasional tidak bekerja optimal karena berjalan timpang.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kata dia, pertumbuhan lebih banyak digerakkan sektor swasta dan belanja pemerintah minim. Sementara di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) mesin penggeraknya adalah belanja pemerintah yang dijalankan lewat pembangunan infrastruktur. Namun, peran swasta tidak banyak. Dengan melihat pola ini, dia yakin bisa menggerek pertumbuhan ekonomi.
“Dengan itu saja, meningkatkan pertumbuhan sekitar 6% itu mudah. Menurut saya, pertumbuhan sekitar 6% tidak begitu sulit,” imbuhnya.
Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mencapai 6-7%, Purbaya yakin investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) mengalir masuk deras.
“Saya tidak ingin pergi ke mereka dan meminta (investasi), pada saat yang sama kondisi ekonomi kami tidak baik. Ketika saya memiliki kondisi ekonomi yang baik seperti tumbuh 6% atau 7%, itu mudah bagi saya untuk menarik mereka,” tegas Purbaya.
















