JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengungkap PMI yang kena masalah di negara tujuan mayoritas adalah pekerja yang berangkat secara ilegal atau unprocedural.
“Kalau menurut data yang kami lihat, rata-rata yang kena masalah itu yang tidak prosedural 90-95%, itu yang kena eksploitasi, kena macem-macem itu, perlakuan tidak adil, human trafficking itu rata-rata unprocedural,” kata Abdul Kadir Karding kepada wartawan seusai mengunjungi Shelter PMI Tangerang, Kamis (26/12/2024).
Untuk itu, Karding meminta PMI berangkat secara legal agar bisa terpantau pemerintah jika ada masalah di kemudian hari.
“Kesimpulannya, sepanjang dia prosedural, apalagi punya skill, insyaallah aman,” jelasnya.
Karding menargetkan calon PMI harus punya skill. Nantinya, ia akan memaksimalkan angka PMI yang mau bekerja di luar negeri.
“Ke depan kita akan berusaha memaksimumkan penempatan tapi yang skill dan prosedural,” jelas dia.
Karding menjelaskan, sampai saat ini Indonesia baru memenuhi angka 287 ribu PMI dari 1,35 juta permintaan. Permintaan, katanya, datang kebanyakan dari Jepang, Korea hingga negara-negara Eropa.






![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)