JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar siap menjadikan kasus dugaan korupsi kuota haji era Menag Yaqut Cholil Quomas sebagai momentum untuk bersih-bersih lembaganya.
“Insya Allah, Insya Allah (menjadi momentum bersih-bersih),” kata Nasaruddin di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (16/8/2025).
Nasaruddin juga menyampaikan terkait momentum bersih-bersih ini dalam pidato pembukaannya di acara Wakaf Pendidikan yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.
“Ingat pertama kali kami dilantik, yang paling pertama kami kembangkan adalah pembersihan lingkungan Kementerian Agama, karena kami harus ‘cuci piring’ banyak. Karena itu harus mulai dari diri sendiri,” ucapnya.
Nasaruddin juga mengatakan pihaknya membuka akses lebar kepada KPK untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut.
“Kami tidak pernah menutup apapun (terkait akses penggeledahan dan penyidikan), kami warga negara yang taat kok,” imbuh dia.
Diketahui, KPK telah menggeledah Kantor Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama pada Rabu (13/8/2025).
Penggeledahan berkaitan dengan dugaan korupsi pembagian 20 ribu kuota haji tambahan 2023-2024 di bawah Menag Yaqut Cholil Quomas.
Selain Kementerian Agama, KPK juga turut menggeledah rumah Yaqut yang berada di Jakarta Timur.
Dari rumah Yaqut, tim KPK membawa sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik (BBE).
Dalam perkara ini, KPK menggunakan sangkaan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Perkara ini diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp1 triliun.







![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)








