NasionalPolitik

Megawati Dinilai Lebih Tertarik Bertemu Prabowo Dibanding Jokowi dan Keluarganya

×

Megawati Dinilai Lebih Tertarik Bertemu Prabowo Dibanding Jokowi dan Keluarganya

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Megawati dan Prabowo usai Pilpres 2019. [Abn/rilpolitik]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pegiat media sosial, Jhon Sitorus menilai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri selalu menjadi magnet bagi tokoh-tokoh politik nasional untuk bertemu meskipun dia bukan seorang presiden.

Dia menyebut Presiden Joko Widodo bersama Capres dan Cawapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat ini sedang berusaha untuk bisa bertemu dengan Megawati. Megawati disebut menjadi penentu masa depan politik Indonesia.

“Bu Mega mungkin bukan seorang Presiden, hanya ketua umum partai. Tetapi Jokowi + Gibran dan Prabowo sedang berebut moment paling cepat bertemu dengan bu Mega. Siapa yang akan diterima oleh Mega? Itulah yang akan jadi jawaban soal masa depan politik Indonesia,” kata Jhon Sitorus melalui unggahannya di X pada Sabtu (20/4/2024).

Ketiganya, katanya, memiliki kepentingan masing-masing. Prabowo, misalnya, ingin memastikan pemerintahannya nanti berjalan dengan lancar hingga 2029.

Sementara Jokowi dan Gibran ingin menormalisasi hubungannya dengan PDIP untuk menjamin masa depan dan karir politik Gibran.

“Jokowi sebentar lagi akan lengser dan jelas akan kehilangan pengaruh. Power Jokowi hanya pada jabatannya sebagai seorang presiden, bukan Individu,” ujar dia.

Sebab itu, Jokowi dan keluarganya, menurut Jhon, harus mencari tempat bernaung untuk menyelamatkan diri dan keluarganya usai lengser dari jabatan presiden.

“Jokowi bukan pengurus partai, bukan pula ketua umum partai. Gibran juga tak jelas warnanya bagaimana, apalagi tak punya karakter yang bisa diandalkan. Gibran harus punya naungan yang tepat agar wajah Jokowi family terselamatkan pasca keoknya PSI dikontestasi Pileg 2024,” katanya.

Namun, lanjut Jhon, Megawati sepertinya lebih tertarik untuk bertemu dengan Prabowo ketimbang Jokowi dan keluarganya. Dia menduga Megawati masih belum bisa terima atas pengkhianatan Jokowi terhadap PDIP.

“Reaksi Megawati dan PDIP lebih positif dan hangat terhadap Prabowo dibanding dengan Jokowi Family. Rasa sakit hati yang begitu mendalam pasca dikhianati oleh Jokowi jelas jadi faktor utama yang tak bisa dinafikan oleh siapapun,” ucapnya.

Jhon kemudian menyebut Megawati sebagai king maker dalam sejarah politik Indonesia siapapun presiden yang berkuasa.

“Menarik untuk menyimak fluktuasi situasi politik ini, karena siapapun presidennya, tetap bu Megalah yang jadi King Makernya,” katanya.

“Bu Mega begitu abadi dalam sejarah politik Indonesia, baik sebagai pihak pemerintah maupun oposisi,” pungkas Jhon.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *