JAKARTA, Rilpolitik.com – Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti munculnya istilah ‘Blok Medan’ dalam kasus suap dan gratifikasi ijin tambang nikel di Halmahera yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba sebagai terdakwa.
Menurut Masinton, istilah ‘Blok Medan’ bukan sekadar isu atau gosip, melainkan fakta persidangan kasus suap ijin tambang.
“Istilah ‘Blok Medan’ bukan sekedar isu ataupun gosip. Istilah itu muncul sebagai fakta persidangan kasus suap ijin tambang nikel,” kata Masinton melalui akun X @Masinton pada Minggu (1/9/2024).
Masinton mengatakan, KPK tidak boleh pandang bulu dalam melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam perkara korupsi.
“Sudah seharusnya @KPK_RI melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlibat tanpa pandang status. Mau dia anak Presiden maupun menantu Presiden,” ujarnya.
“Hukum harus berlaku adil utk setiap orang. #blokmedan,” pungkas anggota Komisi III DPR EI itu.
Diketahui, istilah ‘Blok Medan’ ini muncul dalam sidang dugaan kasus suap izin tambang nikel dengan terdakwa eks Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK). Istilah ‘Blok Medan’ merujuk pada usaha tambang nikel milik Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.
Munculnya nama Bobby dalam kasus itu setelah diungkap Kepala Dinas ESDM Provinsi Malut, Suryanto Andili saat dihadirkan sebagai saksi kasus suap izin usaha pertambangan (IUP) yang menjerat AGK pada Rabu (31/7/2024).
Suryanto mengungkap AGK terlibat dalam pengaturan izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan yang diduga milik Bobby Nasution di Halmahera.
Menurut Suryanto, AGK menggunakan kode ‘Blok Medan’ dalam memuluskan pengurusan izin tambang milik Bobby. Dia mengaku sempat diajak untuk menghadiri pertemuan dengan salah satu pengusaha di Medan, Sumatera Utara.
Sementara itu, AGK menyebut bahwa istilah ‘Blok Medan’ dipakai karena tambang tersebut milik Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo yang juga istri Wali Kota Medan Bobby Nasution.
“Itu (kode) milik istri Wali Kota Medan, istrinya Bobby,” ujar AGK.
Dia menyebut blok tambang milik Kahiyang Ayu berada di Halmahera Timur dan bergerak di bidang pertambangan nikel.
“Blok Medan milik istri Wali Kota Medan ada di Kabupaten Halmahera Timur yang bergerak di bidang pertambangan nikel,” kata AGK.


![Pengamat politik senior, Saiful Mujani. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260405-WA0004-350x220.jpg)



![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-350x220.jpg)





![Pengamat politik senior, Saiful Mujani. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260405-WA0004-180x130.jpg)



![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-180x130.jpg)