JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD memuji arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya di Kabinet Merah Putih untuk tidak selalu melakukan perjalanan ke luar negeri.
Mahfud menilai, arahan Prabowo sejauh ini telah memberikan harapan besar bagi bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Mahfud MD merespons pidato Prabowo dalam acara Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (2/11/2024).
“Sampai saat ini arahan-arahan dan sikap Presiden Prabowo untuk kesejahteraan rakyat, demokrasi, penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi masih memberi harapan. Teranyar, pidatonya di GSN agar pejabat, termasuk DPR/DPRD, tidak banyak studi banding karena kita sudah tahu masalah kita,” kata Mahfud MD melalui akun X @mohmahfudmd pada Minggu (3/11/2024).
Mahfud lantas bercerita bahwa dirinya pernah dicurhati pegawai Kedubes RI di luar negeri. Dia mengatakan, pegawai tersebut mengeluh karena hampir setiap hari ada rombongan pejabat Indonesia baik pusat maupun daerah melakukan kunjungan kerja (kunker).
“Dulu, kalau saya tugas ke luar negeri banyak pegawai kedubes RI yang mengeluh karena hampir setiap saat secara bersambung selalu ada rombongan dari Kementerian, DPR/DPRD, lembaga negara, Pusat dan Daerah kunker ke luar negeri. Belum pulang yang satu, datang lain. Mereka harus dilayani secara protokoler,” cerita Mahfud.
Masalahnya, kata Mahfud, hak kunker ke luar negeri dan antar daerah bagi Pemda/DPRD diberikan dengan aturan resmi.
“Bahkan, waktu saya di DPR, selain komisi-komisi, Pansus sebuah RUU pun ada jatah studi banding ke luar negeri meski urgensinya tidak ada. Kita tahu ini melelahkan KBRI dan secara halus mereka sering mengeluh,” ungkapnya.
Sebab itu, ia mengatakan pemerintah perlu mengatur kembali hak melakukan kunker bagi pejabat secara ketat.
“Saya tahu Kemenkeu dan Kemdagri sudah berusaha untuk mengatur ini tapi jika sudah dibahas di lembaga politik tertentu ada saja alasan untuk mencari pembenaran. Presiden/Pimpinan Koalisi Merah Putih, terutama Partai Gerindra, harus memelopori pengaturan kembali tentang ini,” pungkasnya.
Diketahui, Prabowo mengingatkan jajaran menteri di Kabinet Merah Putih untuk tidak selalu kunjungan kerja ke luar negeri.
Hal itu disampaikan saat Prabowo beri sambutan dalam acara Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Arena Indonesia, Jakarta pada Sabtu (2/11/2024).
Ia juga mengatakan jajarannya harus mengurangi kegiatan seminar atau bahkan studi banding ke luar negeri.
Menurutnya, studi banding tidak perlu terlalu sering dilakukan. Sebab, menurutnya, para menteri seharusnya telah mengetahui apa yang menjadi masalah bagi bangsa Indonesia.
“Kalian sudah tahu masalahnya, nggak usah terlalu banyak studi-studi. Ini gampang diucapkan tapi ujungnya sulit dilaksanakan, apalagi oleh ketua-ketua partai, betul?” kata Prabowo.
(War/rilpolitik)
















