JAKARTA, Rilpolitik.com – Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) Jakarta kembali akan menggelar aksi unjuk rasa meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk segera menangkap dan menetapkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana participating interesst (PI) PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep.
Sebagai informasi, kasus perusahaan pelat merah milik Pemkab Sumenep itu sudah pernah diusut oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) pada 2017 lalu. Ada dua orang yang akhirnya menjadi terpidana dalam kasus tersebut. Keduanya adalah Direktur Utama PT WUS, Sitrul Arsyih Musa’ie dan Taufadi selaku Bendahara PT WUS yang masing-masing divonis 1,5 tahun penjara.
Rencana aksi demonstrasi oleh IKMM Jakarta terkait dugaan keterlibatan Achmad Fauzi dalam kasus korupsi PT WUS ini diketahui berdasarkan potser yang beredar di kalangan awak media pada Kamis (7/8/2025).
Aksi akan digelar di depan gedung Kejagung RI, Jakarta Selatan pada Selasa (12/8/2025).
Dalam poster tersebut terdapat empat poin pernyataan. Pertama, IKMM Jakarta menyatakan bahwa nama Achmad Fauzi masuk dalam surat dakwaan kasus PT WUS, tapi hingga kini tidak diproses hukum. “Achmad Fauzi masuk dalam surat dakwaan kasus korupsi PT WUS yang merugikan negara Rp4,435 Miliar dan USD 203.630,” tulisnya.
Kedua, IKMM Jakarta meminta Kejagung RI untuk segera mengambil alih kasus korupsi PT WUS dan menetapkan Achmad Fauzi selaku mantan Kepala Kantor Perwakilan PT WUS di Jakarta sebagai tersangka.
“Ketiga, tersangkakan dan tangkap Achmad Fauzi Wongsojudo,” tuntutnya.
Keempat, IKMM Jakarta menilai penanganan kasus PT WUS oleh Kejati Jatim tebang pilih. Sebab, Achmad Fauzi yang diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut justru tidak diproses hukum.
Sebelumnya, IKMM Jakarta juga menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kejagung RI. Mereka meminta Korps Adhyaksa untuk membuka kembali kasus PT WUS.
Kordinator lapangan (korlap) aksi, Fathor Rohman menyebut penegakan hukum yang dilakukan Kejati Jatim belum tuntas dan terkesan tebang pilih. Sebab, tidak semua aktor yang diduga terlibat ditangkap.
Fathor pun secara tegas menyebut nama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo patut diduga kuat terlibat dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,435 miliar dan US$ 203.630 itu.
Akan tetapi, kata Fathor, hingga saat ini tidak ada tindakan hukum apa pun terhadap Achmad Fauzi.
“Kami nilai bahwa penanganan kasus korupsi di PT WUS Sumenep sangat tebang pilih. Sebab, Bupati Sumenep Achmad Fauzi belum juga diperiksa dan ditangkap. Padahal, ia diduga kuat ikut terlibat dalam kasus korupsi di PT WUS,” kata Fathor dalam orasinya di depan Gedung Kejagung RI pada Kamis (31/8/2025).
(Ah/rilpolitik)








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







