EkonomiNasional

Kontradiksi Sikap Prabowo Soal Impor

×

Kontradiksi Sikap Prabowo Soal Impor

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam sesi dialog pada acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa (8/4/2025), menjadi sorotan publik. Pasalnya, saat itu Prabowo meminta agar kran impor dibuka seluas-luasnya tanpa aturan kuota.

Prabowo mempersilakan siapapun bebas melakukan impor. Utamanya, untuk barang-barang yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak seperti daging.

“Saya sudah kasih perintah untuk hilangkan kuota-kuota impor. Terutama untuk barang-barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Siapa yang mampu, siapa yang mau impor, silakan, bebas. Tidak lagi kita tunjuk-tunjuk hanya ini yang boleh, itu tidak boleh,” kata Prabowo.

Prabowo beralasan kebijakan penghapusan kuota impor ini dalam rangka merampingkan birokrasi serta memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

Dia pun memerintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk membuka peluang impor bagi siapapun.

Pernyataan itu bertentangan dengan pernyataan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 22 Januari 2025 atau dua bulan sebelumnya.

Saat itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan komitmennya untuk tidak lagi impor.

“Kita harus mampu memberi makan kepada seluruh rakyat Indonesia. Tidak lagi impor, tidak impor beras lagi, tidak akan impor jagung lagi, tidak akan impor garam lagi,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *