NasionalPolitik

Kompas TV dan Bocor Alus Tempo Siap Fasilitasi Debat HAM Prof Uceng Vs Menham Pigai

×

Kompas TV dan Bocor Alus Tempo Siap Fasilitasi Debat HAM Prof Uceng Vs Menham Pigai

Sebarkan artikel ini
Zainal Arifin Mochtar (kiri) dan Natalius Pigai (kanan).
Zainal Arifin Mochtar (kiri) dan Natalius Pigai (kanan).

JAKARTA, Rilpolitik.com – Debat terbuka antara Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) Zainal Arifin Mochtar atau Prof. Uceng dengan Menteri HAM Natalius Pigai sepertinya akan benar-benar terwujud.

Sebagai informasi, Prof. Uceng sebelumnya menantang Pigai untuk debat secara terbuka terkait persoalan HAM di Indonesia. Tantangan ini kemudian diterima oleh Pigai. Ia mengajak agar debat ditayangkan secara live melalui televisi nasional.

Terbaru, Uceng mengabarkan bahwa salah satu televisi swasta nasional, yakni Kompas TV siap memfasilitasi debat dirinya dengan Pigai. Hal itu disampaikan Uceng melalui akun X resminya, Jumat (27/2/2026).

“Baru aja dicolek mbak @Rosianna766Hi katanya dia sediakan tempat dan waktu di acara Rosi @KompasTV … Gimana Pak @NataliusPigai2?” kata Uceng dikutip rilpolitik.com.

Tak lama kemudian, Uceng kembali menginformasikan bahwa podcast Bocor Alus Politik Tempo juga siap memfasilitasi debat tersebut. Ia pun meminta Pigai untuk menentukan sendiri pilihannya.

“Teman2 @BocorAlusPol juga baru saja ngontak dan siapkan tempat dan waktunya. Monggo silakan dipilih Pak @NataliusPigai2 … Dua2nya juga boleh,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari Pigai terkait kesiapannya.

Sebelumnya, Guru Besar FH UGM, Zainal Arifin Mochtar menantang Menteri HAM Natalius Pigai untuk berdebat soal HAM. Tantangan ini disampaikan setelah Pigai menyebut Uceng sebagai “guru yang dibesar-besarkan”.

“Pak @NataliusPigai2 saya setuju dengan bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di Indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana saya bisa belajar,” kata Uceng pada Kamis (26/2/2026).

Tantangan itu pun langsung diterima oleh Pigai. Melalui kolom komentar X Uceng, Pigai meminta agar debat disiarkan secara live di TV nasional, tapi ia meminta agar Uceng yang menyiapkannya.

Mantan Komisioner Komnas HAM itu bahkan sesumbar akan mengajari Uceng tentang HAM agar paham.

“Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari anda soal HAM agar paham,” kata Pigai.

Dalam unggahannya itu, Pigai menyertakan link Youtube yang berisi obrolan dirinya dengan politikus Partai Gerindra Fadli Zon. Ia meminta agar Uceng menonton tayangan itu terlebih dahulu sebelum berdebat soal HAM dengan dirinya.

“Tapi nonton ini dulu untuk sekedar tambahan ilmu HAM anda sebelumnya debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof: youtu.be/yirSEIP1sLo?si…,” ujarnya.

Uceng pun membalas komentar Pigai. Ia tetap meminta agar Pigai yang memfasilitasi acaranya. Sebagai pejabat publik, Uceng merasa Pigai lebih mudah meminta TV Nasional untuk memfasilitasinya.

“Saya nggak punya kekuasaan, pak. Semoga ada TV nasional yang bisa fasilitasi. Kalau bapak yang colek mereka mungkin lebih berarti,” ujar Uceng.

Uceng juga secara satire berterima kasih kepada Pigai atas link Youtube yang diberikan. Ia membeberkan pengalaman dirinya terkait isu HAM.

“Terima kasih youtubenya. Saya hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Saya pasti senang belajar,” kata dia.

Polemik ini sebenarnya berawal dari pernyataan Menteri HAM, Natalius Pigai, yang menyebut dirinya tidak mungkin salah saat berbicata tentang HAM. Ia mengaku sudah paham soal HAM sejak umur 5 tahun.

Hal itu disampaikan Pigai dalam Rapat Koordinasi Strategi Penguatan HAM dan Desa Sadar HAM 2026, Rabu (24/2/2026)

“Kalau saya, kalian tidak usah ragukan. Saya itu sudah menteri, perjalanan saya dari umur 5 tahun soal HAM saya sudah paham. Semua yang saya ucapkan adalah HAM. Tidak mungkin saya salah. Karena saya terkontrol,” kata Pigai.

Dia juga menyebut memiliki latar belakang penelitian dan statistik yang kuat. Pigai mengaku telah tersertifikasi peneliti hingga tingkat madya.

Pernyataan itu kemudian menuai polemik di media sosial dan mendapat sindiran dari Zainal Arifin Mochtar melalui akun Instagram pribadinya yang kemudian dibalas Pigai dengan sindiran “guru yang dibesar-besarkan”.

(Ah/rilpolitik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *