DaerahPolitik

Kebijakan Sumenep: Benturan Antara Kebutuhan Warga dan Keinginan Pemimpin

8271
×

Kebijakan Sumenep: Benturan Antara Kebutuhan Warga dan Keinginan Pemimpin

Sebarkan artikel ini
Penampakan tugu baru pengganti Tugu Pongbaru di Pangarangan, Sumenep. [Apik/rilpolitik]

Rilpolitik.com, Sumenep – Seorang warganet di media sosial Instagram mengkritik keras pembangunan tugu baru pengganti Tugu Pongbaru yang terletak di Jalan Simpang Empat, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep yang menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Menurutnya, pembangunan tugu tersebut sama sekali tidak berkorelasi dengan kebutuhan masyarakat Sumenep saat ini.

“Ini yang disebut benturan antara kebutuhan dan keinginan,” katanya dikutip dari kolom komentar postingan akun Instagram ini pada Rabu (8/11/2023).

Dia menjelaskan, masyarakat membutuhkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga seperti persoalan jalan rusak hingga kemiskinan yang masih tinggi.

“Yang dibutuhkan warga Sumenep adalah jalan yang mulus dan gak berlubang, akses jalan ke tempat-tempat wisata yang bagus, fasilitas publik dan ruang terbuka hijau yang memadai, strategi marketing yang jitu, serta langkah-langkah besar bupati untuk memutus mata rantai kemiskinan dan keterbelakangan,” ujarnya.

Dia mengatakan, masyarakat membutuhkan kerja nyata dari pemerintah, bukan hanya sekadar gembar-gembor tapi minim realisasi.

“Ada kebutuhan yang sangat mendesak dari warga agar gembar-gembor pengembangan pariwisata betul-betul dibarengi dengan tekad membangun infrastrukturnya, bukan cuma sekadar bikin festival layang-layang, misalnya,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, warga juga membutuhkan kerja konkrit Bupati Sumenep Achmad Fauzi sehubungan dengan janjinya untuk mereaktivasi kereta Madura.

“Warga butuh agar koar-koar reaktivasi kereta Madura betul-betul jadi agenda strategis yang dibarengi dengan kerja-kerja kongkrit, gak cuma sekadar gimmick politik agar dapat kredit untuk maju Pilgub Jatim,” katanya.

Namun, katanya, kebutuhan masyarakat itu selalu berbenturan dengan keinginan pemimpinnya yang hanya sibuk dengan kebijakan-kebijakan yang tidak substantif.

“Kebutuhan ini selalu berbenturan dengan keinginan pemimpin Sumenep yang mengedepankan kebijakan yang berorientasi pada hura-hura semata, gak substantif dan sama sekali tidak menyentuh problem dan suasana kebatinan warga Sumenep,” tukasnya.

Baca juga:  Ucapan Selamat Bernada Sarkas dari Pengamat ke Bupati Fauzi Usai Raih Gelar Doktor

Diketahui, pembangunan ulang Tugu Pongbaru oleh pemerintah Kabupaten Sumenep menuai kritik dari netizen. Selain dinilai tidak ada manfaatnya, juga tugu tersebut dianggap terlalu mahal. Sehingga mereka menilai anggarannya seharusnya bisa dipindahkan ke program lain yang lebih bermanfaat.

Sebagai informasi, anggaran pembangunan ulang tersebut mencapai Rp199 juta yang bersumber dari DPA APBD Tahun Anggaran 2023.

(Abn/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *