JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial X melalui akun resminya, @Jokowi mengatakan tidak semua kebijakan yang diambil mendapat dukungan dari publik. Namun, ia memastikan kebijakan tersebut bermanfaat untuk rakyat.
Ia kemudian mencontohkan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangunan infrastruktur. Ia mengklaim saat ini hasilnya jelas dan dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Kita berhasil menurunkan biaya logistik, mengurangi jumlah desa tertinggal, dan meningkatkan daya saing Indonesia,” kata Jokowi dalam unggahannya dikutip pada Minggu (13/10/2024).
Klaim Jokowi itu langsung mendapat respons pedas dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu. Ia meminta Jokowi untuk berhenti membohongi rakyat.
“Berhentilah bohongi kami Pak,” kata Said Didu di kolom kementar unggahan X Jokowi.
Menurut Said Didu, pembiayaan infrastruktur bukan berasal dari pemangkasan subsidi BBM.
“Karena pemotongan anggaran subsidi bukan untuk infrasruktur tapi Bapak alihkan untuk bansos – termasuk bansos Pilpres,” ujarnya.
Said kemudian membeberkan sumber pembiayaan infrastruktur selama masa pemerintahan Presiden Jokowi adalah hutang yang menyebabkan banyak BUMN bangkrut.
“Sumber pembiayaan infrastruktur adalah (1)
dari utang yg meningkat dari Rp 2.600 trilyun menjadi sktr Rp 9.000 trilyun dan (2) dari utang BUMN Konstruksi dg kerugian lbh Rp 300 trilyun shg BUMN Konstruksi bangkrut,” pungkasnya.
(War/rilpolitik)






![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)