JAKARTA, Rilpolitik.com – Pemerintah Iran secara resmi menutup Selat Hormuz. Penutupan terjadi seiring serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Selat Hormuz menjadi jalur pengangkutan bagi seperlima pasokan minyak dan gas global. Selat itu menghubungkan produsen minyak terbesar di Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Sehingga, penutupan ini dapat menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak tajam.
Lantas bagaimana stok BBM di Indonesia?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) Bahlil Lahadalia menyebut stok BBM di Indonesia masuk ketegori aman.
“Masih cukup 20 hari,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Meski begitu, pemerintah menghitung dampak dan upaya yang akan dilakukan ketika terjadi kenaikan harga maupun tersendatnya pasokan.
Bahlil mengatakan akan melaporkan dampak penutupan Selat Hormuz bagi sektor energi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day,” kata Bahlil.
Namun, Bahlil belum bisa mengungkapkan upaya mitigasi yang akan dilakukan pemerintah terkait hal ini. Selain itu, pihaknya juga akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), untuk membahas dampak dan langkah antisipasi yang akan dilakukan pemerintah.
“Nanti besok (Selasa, 3 Maret 2026), Insya Allah saya rapat di ESDM, kami akan rapat dengan Dewan Energi Nasional,” kata Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menegaskan belum ada permasalahan terhadap nilai subsidi BBM RI dari kenaikan harga minyak dunia saat ini.
“Sampai hari ini gak ada masalah, tapi kan harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah,” tuturnya.
















