HukumNasional

HAMI Puji Kinerja Kejaksaan Agung di Bawah ST Burhanuddin, Jawab Harapan Rakyat

×

HAMI Puji Kinerja Kejaksaan Agung di Bawah ST Burhanuddin, Jawab Harapan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I), Asip Irama.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejaksaan Agung) di bawah kepemimpinan ST Burhanuddin berhasil mencatatkan lonjakan kepercayaan publik yang signifikan. Survei nasional terbaru menunjukkan 76 persen masyarakat menyatakan percaya pada institusi ini, melampaui tingkat kepercayaan terhadap KPK dan Polri. Angka ini menjadi bukti bahwa Kejaksaan Agung mampu menjawab harapan rakyat akan penegakan hukum yang lebih adil dan transparan.

Asip Irama, Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I), menilai bahwa kepercayaan publik ini bukan sekadar hasil promosi, melainkan buah dari integritas dan keberpihakan nyata Kejaksaan Agung pada keadilan. Ia menegaskan, “Kepercayaan adalah ruh yang menghidupkan hukum. Tanpa ruh itu, hukum hanyalah aturan mati yang kehilangan makna dan tujuan,” kata Asip pada Selasa (10/6/2025).

Namun, tantangan besar masih membayangi Kejaksaan Agung. Di tengah sorotan publik, lembaga ini diuji untuk menjaga kemurnian integritas dan independensi dari intervensi politik serta kepentingan pragmatis. Asip mengingatkan bahwa penegakan hukum sejati harus menjadi panggilan nurani yang berani dan jujur.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kejaksaan Agung juga aktif menangani sejumlah kasus besar yang menyita perhatian publik, termasuk kasus dugaan suap hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kejaksaan Agung telah menetapkan beberapa tersangka, termasuk hakim dan pengacara, yang diduga terlibat dalam suap terkait putusan perkara minyak goreng (CPO) senilai Rp60 miliar. Penetapan tersangka ini menunjukkan keseriusan Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi dan kolusi di lingkungan peradilan.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga terus mendalami kasus korupsi besar lainnya, seperti kasus korupsi di PT Pertamina yang melibatkan pejabat tinggi perusahaan dan pihak swasta. Penyelidikan yang melibatkan pemeriksaan puluhan saksi dan penetapan sembilan tersangka ini menjadi bukti komitmen Kejaksaan Agung dalam menindak tindak pidana korupsi secara menyeluruh.

Meski berbagai kasus besar tengah ditangani, Kejaksaan Agung di bawah ST Burhanuddin tetap fokus pada penguatan sistem penuntutan dan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas penindakan hukum. Kepercayaan publik yang meningkat ini menjadi mandat bagi Kejaksaan Agung untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Sebagai bagian dari generasi milenial yang peduli masa depan bangsa, Asip juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal penegakan hukum. Demokrasi yang sehat membutuhkan publik yang waspada dan tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab penegakan hukum kepada lembaga semata.

“Kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung bukan hadiah, tapi mandat. Kejaksaan Agung harus menjadi mercusuar keadilan yang menerangi kegelapan ketidakpastian hukum,” tutup Asip.

Dengan kepemimpinan ST Burhanuddin, Kejaksaan Agung menunjukkan arah yang menjanjikan dalam memperbaiki wajah penegakan hukum di Indonesia. Namun, perjalanan panjang masih menanti untuk memastikan hukum benar-benar menjadi pelindung dan pembela rakyat, bukan alat kekuasaan. Kepercayaan yang telah diraih harus dijaga dengan kerja keras, integritas, dan keberanian untuk terus berbenah demi masa depan keadilan yang lebih baik di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *