EkonomiNasional

HAMI: Penurunan Harga Pupuk Jadi Kado Terindah Pemerintahan Prabowo-Gibran bagi Petani

×

HAMI: Penurunan Harga Pupuk Jadi Kado Terindah Pemerintahan Prabowo-Gibran bagi Petani

Sebarkan artikel ini
Asip Irama.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai capaian mulai terasa di lapangan. Dari stabilitas ekonomi, langkah pembenahan birokrasi, hingga penguatan sektor pertahanan dan pangan, pemerintahan ini dinilai berhasil menanamkan arah baru yang berpihak kepada rakyat.

Salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya, terutama di pedesaan, adalah penurunan harga pupuk bersubsidi. Kebijakan ini dinilai menjadi kado terindah bagi para petani di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI), Asip Irama, menyebut penurunan harga pupuk sebagai langkah konkret yang memberi napas baru bagi dunia pertanian. “Bagi petani, pupuk adalah urat nadi. Ketika harganya turun dan distribusinya lebih lancar, semangat menanam kembali tumbuh. Ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bentuk kehadiran negara di titik paling dasar ekonomi rakyat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Asip menilai, keputusan pemerintah menurunkan harga pupuk menunjukkan keberanian Presiden Prabowo untuk menyentuh sektor yang selama ini menjadi beban berat bagi petani. “Bagi kami, ini kado terindah di tahun pertama pemerintahan. Ia mungkin sederhana, tetapi maknanya besar karena menyentuh hidup jutaan keluarga petani di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut HAMI, kebijakan tersebut sejalan dengan pandangan para praktisi pertanian yang menilai penurunan harga pupuk dapat mendorong efisiensi biaya produksi dan meningkatkan daya saing komoditas lokal. “Para pelaku lapangan menyebut kebijakan ini menekan ongkos tanam sekaligus menjaga kestabilan harga hasil panen. Ini memberi ruang gerak baru bagi petani untuk berproduksi dengan lebih tenang,” lanjut Asip.

Selain itu, HAMI juga menyoroti langkah pemerintah yang mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan sektor pertahanan nasional. Program rekrutmen tamtama TNI untuk mendukung produksi pertanian dinilai inovatif dan visioner. “Kebijakan ini menghubungkan pertahanan dan pangan. Artinya, negara menjaga rakyat bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan memastikan mereka tidak lapar,” ujar Asip.

Meski demikian, HAMI mengingatkan bahwa penurunan harga pupuk harus diikuti pengawasan distribusi yang ketat agar tidak disalahgunakan di tingkat daerah. “Masih ada laporan dari beberapa wilayah terkait keterlambatan pasokan dan alokasi yang tidak merata. Pemerintah daerah perlu lebih aktif memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai sasaran,” katanya.

Asip menambahkan, keberhasilan kebijakan ini mencerminkan visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional. “Kedaulatan pangan tidak dibangun dari pidato, tapi dari keberanian menurunkan harga pupuk, memperbaiki rantai pasok, dan membuka akses petani terhadap modal dan teknologi,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Asip menilai satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran telah memberikan arah yang jelas bagi pembangunan nasional. “Negara ini sedang bergerak ke arah yang lebih berpihak. Dan ketika petani kembali tersenyum di musim tanam, di situlah arti sejati dari keberpihakan itu,” ucapnya. “Kado terindah di tahun pertama pemerintahan ini adalah harapan yang kembali tumbuh di sawah-sawah rakyat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *