DaerahPolitik

Fauzi Disebut Hanya Obral Janji Kosong, Contoh Orang Paling Buruk

×

Fauzi Disebut Hanya Obral Janji Kosong, Contoh Orang Paling Buruk

Sebarkan artikel ini
Praktisi hukum Madura, Kurniadi (kiri) dan Calon Bupati petahana Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kanan).

SUMENEP, Rilpolitik.com – Aktivis sekaligus praktisi hukum Madura, Kurniadi mengkritik keras Calon Bupati petahana Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia menilai politikus PDI Perjuangan itu memiliki track record yang buruk selama memimpin Sumenep periode 2021-2024.

Menurut Kurniadi, rekam jejak Fauzi di Sumenep menunjukkan bahwa suami Nia Kurnia itu tak bisa dipercaya. Ia menyebut Fauzi hanya bisa mengobral janji kosong kepada masyarakat Sumenep.

“Jejak rekamnya sudah bisa diambil kesimpulan sosok petahana ini tak dapat dipercaya, mengobral janji-janji kosong melompong,” ungkap Kurniadi kepada rilpolitik.com pada Minggu (6/10/2024).

Pengacara nyentrik itu berpandangan visi-misi Fauzi sebagai calon bupati Sumenep pada Pilkada 2024 bertolak belakang dengan kebijakannya selama memimpin Kota Keris.

“Visi-Misi tak terukur. Dihubungkan dengan jejak rekamnya isinya melompong. Apa yang dimimpikan jalannya nyasar jurang. Ilmiahnya, antara visi-misi dengan regulasi kebijakannya nggak nyambung blasss,” tegas dia.

Ia kemudian mengungkit keinginan Fauzi untuk mereaktivasi kereta api di Madura. Ia mengatakan bahwa ide tersebut sebenarnya bukan dari Fauzi, melainkan hasil menjiplak gagasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Sebagai informasi, wacana reaktivasi kereta api Madura itu dibawa Fauzi saat dirinya masuk bursa Pilgub Jawa Timur 2024. Namun, wacana itu langsung tenggelam dan menghilang begitu saja setelah dirinya dipastikan tak mendapat peluang untuk ikut kontestasi Pilgub Jatim.

“Kenyataannya, (Ide reaktivasi kereta api itu) tidak ada dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Selain itu, ide ini jiplak gagasan UTM,” ungkap dia.

“Tapi sosok ini (Fauzi) masih merasa tidak tau malu, merasa tak berdosa. Inilah contoh seburuk-buruknya orang yang paling tidak bisa dipercaya,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *