JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep banyak diperbincangkan akan maju Pilgub DKI Jakarta 2024. Namun, berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas, elektabilitas Kaesang di Jakarta hanya 1 persen.
Terkait hal itu, aktivis media sosial, Denny Siregar memberikan sindiran menohok terhadap putra bungsu Presiden Joko Widodo itu.
Denny menyarankan Kaesang perbanyak salat Jumat. Bahkan, kata dia, jika perlu Kaesang melakukan salat Jumat di hari-hari yang lain demi mengangkat elektabilitasnya.
“Wah Kaesang harus lebih banyakin shalat Jumat ini. Kalo bisa di hari-hari lain,” kata Denny Siregar melalui akun X resminya, @Dennysiregar7 dikutip pada Rabu (17/7/2024).
Diketahui, Kaesang memang mulai tampak rajin salat Jumat di Jakarta dan terekspose ke media massa dan media sosial. Hal itu dikaitkan oleh banyak pihak sebagai manuver politik menuju Pilgub Jakarta 2024.
Terbukti, Partai Nasdem pun melihat hal itu sebagai peluang bagi Kaesang untuk ikut kontestasi Pilkada 2024. Nasdem menilai Kaesang layak memimpin Jakarta karena sudah rajin salat Jumat.
“Kita perhatikan beberapa waktu kan, kita lihat Mas Kaesang sudah rajin Salat Jumat di lapangan kan,” kata Ketua DPW Nasdem Jakarta, Wibi Andrino pada akhir Juni lalu.
Belakangan, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendorong Kaesang untuk maju di Pilgub Jakarta 2024.
Bila Kaesang setuju, Golkar sudah menyiapkan wakilnya, yakni pengusaha tol, Jusuf Hamka atau Babah Alun. Jusuf Hamka dalam kesempatan lain malah sudah menyiapkan singkatan untuk pasangan ini: Ka’bah.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas, Kaesang hanya mampu meraih elektabilitas 1 persen dalam bursa Pilgub Jakarta.
Sementara di posisi teratas adalah petahana Anies Baswedan dengan elektabilitas 29,8 persen.
Posisi kedua ada eks gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan 20%. Berikutnya ada eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan 8,5%.
Survei tersebut dilakukan pada 15-20 Juni 2024 demgan melibatkan 400 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Jakarta. Tingkat kepercayaan mencapai 95% dengan margin of error 4,9%.
(Faw/rilpolitik)
















