NasionalPolitik

Effendi Simbolan Minta Megawati Mundur dari Ketum, PDIP Anggap Angin Lalu

×

Effendi Simbolan Minta Megawati Mundur dari Ketum, PDIP Anggap Angin Lalu

Sebarkan artikel ini
Jubir PDIP Aryo Seno Bagaskoro.

JAKARTA, Rilpolitik.com – PDI Perjuangan tak menanggapi serius permintaan mantan kadernya, Effendi Simbolan agar Megawati Soekarnoputri mundur dari Ketua Umum PDIP. PDIP menganggap permintaan tersebut hanya angin lalu saja menjelang perayaan HUT dan Kongres PDIP tahun ini.

“Terkait permintaan Pak Effendi yang sudah bukan lagi kader PDI Perjuangan kami anggap itu adalah angin lalu saja mendekati momentum yang sangat penting sebetulnya yaitu momentum HUT dan Kongres,” kata Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro kepada wartawan pada Kamis (9/1/2025).

Seno mengatakan PDIP dibentuk oleh sejarah. Menurutnya, partai berlambang kepala banteng itu justru menjadi besar ketika ada upaya terorganisir menekan dan mengecilkannya.

“Kita lihat di tahun 98 betapa kemudian semangat itu malah berbalik, arus balik rakyat malah datang bersama menyatu dengan PDIP pada saat kami dikuyo-kuyo oleh berbagai pihak yang mempunyai kekuasaan,” ujarnya.

Seno juga mengungkapkan, dirinya menerima banyak pesan dari masyarakat yang menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan PDIP pasca pemecatan 27 kader yang salah satunya adalah Effendi Simbolon dan mantan Presiden RI Joko Widodo beserta keluarganya pada 16 Desember 2024.

“Setiap hari, saya dan Gus Guntur ini menerima WA ini dari orang-orang yang ingin bergabung dengan partai pasca kemudian PDIP melakukan langkah pemecatan yang dianggap tegas oleh berbagai pihak,” tuturnya.

“Oleh karena itu mungkin dengan semangat itu mendekati momentum ulang tahun ke-52 ada banyak orang-orang yang tidak suka dengan menguatnya PDIP tersebut sehingga mereka berusaha melakukan cara2 mengecilkan. Sorry cara2 seperti itu malah membesarkan kami,” lanjutnya.

Terkait alasan Effendi Simbolon mendesak Megawati mundur dari Ketum PDIP demi regenerasi, Seno mengatakan justru permintaan agar Megawati tetap memimpin PDIP adalah permintaan kader di bawah.

“Kalau bicara menghargai suara aspirasi rakyat, PDIP ini partai yang sangat demokratis, yang mendengarkan suara dari bawah dari pengurus. Nah, permohonan dari kader partai untuk meminta Megawati untuk kembali menjadi ketua umum partai itu datang dari rakernas yang semuanya kemudian merupakan perwakilan dari kader-kader daerah yang menyatakan permohonan kepada Ibu Megawati untuk berkenan menjadi ketua umum kembali. Artinya ini malah adalah bentuk dari kami semuanya mendengarkan aspirasi dari bawah, menghormati suara akar rumput yang mana itulah yang membesarkan partai,” ucapnya.

“Jadi kalau dibilang harus ada perubahan ini malah suara yang mengkhianati suara mayoritas kader partai yang waktu itu meminta agar Megawati berkenan menjadi ketua umum kembali. Jadi buat kami sekali lagi ini seperti angin lalu saja di tengah momentum menjelang HUT,” sambung dia.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *