DaerahEkonomi

Dugaan Penghilangan Cicilan Nasabah, BRI Diponegoro Sumenep Tak Kunjung Kasih Kepastian

×

Dugaan Penghilangan Cicilan Nasabah, BRI Diponegoro Sumenep Tak Kunjung Kasih Kepastian

Sebarkan artikel ini
BRI.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Dugaan hilangnya uang angsuran selama 5 bulan milik debitur BRI Unit Diponegoro, Karangduak, Kota Sumenep, Jawa Timur, atas nama Holifatus “Olif” Sakdiyah tak kunjung menemui titik terang.

Kasus ini berawal saat Olif meminjam uang sebesar Rp100 juta di BRI Unit Diponegoro pada 5 Agustus 2022 lalu, dengan angsuran sebesar Rp 2.350.000 per bulan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Olif kemudian mengajukan keringanan kredit dan disepakati besaran cicilan per bulan menjadi Rp1,6 juta.

Keringanan kredit itu sudah berlangsung selama satu tahun dan pihak Olif mengklaim membayar secara rutin sebesar Rp1,6 juta tiap bulan.

Namun, betapa kagetnya Olif ketika mendapat telepon dari Kepala BRI Unit Diponegoro, Suyani, yang memberitahu bahwa dirinya telah nunggak cicilan selama 5 bulan, yakni sejak Januari hingga Mei 2024. Pemberitahuan itu ia terima dari Suyani pada akhir Juni kemarin.

Olif bersama suaminya, Rosi pun langsung mendatangi BRI setempat dengan membawa bukti angsuran yang sudah dibayarkan tiap bulannya.

Hanya saja, upayanya untuk mendapatkan kejelasan dari pihak perbankan justru tidak membuahkan hasil. Pihak BRI justru terkesan saling lempar tanggung jawab.

Suyani selaku Kepala BRI Unit Diponegoro saat itu meminta Olif dan suaminya untuk menunggu Agung, pegawai yang disebut bertanggung jawab atas aplikasi. Agung saat itu disebut sedang menjalankan ibadah haji di Mekkah.

Kini, Agung sudah pulang dari tanah suci. Namun, persoalan tersebut belum juga mendapat kepastian.

Rosi, suami Olif, mengaku didatangi oleh Suyani dan Agung ke tempat kerjanya pada Senin (15/7/2024). Hanya saja, kedatangan mereka bukan menjelaskan terkait masalah angsuran dirinya yang tidak diakui. Keduanya, justru meminta Rosi agar melanjutkan angsuran.

”Disuruh lanjutkan saja angsuran kami Rp 1,6 juta,” kata Rosi kepada wartawan pada Senin (15/7/2024).

Redaksi rilpolitik.com sudah berusaha mengkonfirmasi Suyani terkait duduk perkara kasus ini. Namun, hingga berita ini ditulis, pesan WhatsApp yang dikirim ke yang bersangkutan tidak mendapat respon.

Sementara itu, Agung juga belum bisa memberikan penjelasan terkait kasus tersebut. Dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp, Agung justru meminta waktu untuk bertemu, tetapi dia tidak memberikan jadwal kapan pertemuan itu akan dilakukan.

“Waalaikumsalam, siap, maaf baru balas, kapan-kapan kita agendakan ngopi ya, sambil saya jelaskan,” ujar dia.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *