JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan lahan tambang untuk dikelola Muhammadiyah. Namun, kata Muhammadiyah menolak dan minta lahan lain.
Bahlil menyampaikan, semula pemerintah menyiapkan tambang eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Adaro Energy Tb dan PT Arutmin Indonesia untuk dikelola Muhammadiyah.
“Yang kita sudah siapkan itu kan antara KPC sama…Oh, sorry, bukan KPC. Arutmin sama Adaro,” katanya di TMII Jakarta, Minggu (13/10/2024).
“Tapi kan ada permohonan untuk ke tempat yang lain. Nanti kita lagi pertimbangkan ya,” sambungnya.
Bahlil belum menyebut wilayah tambang lain yang diminta. Namun, dia menyebut di sekitar lahan yang telah ditawarkan.
“Nah, mintanya sekitar itu. Tapi ada lagi yang dipertimbangkan untuk kasih yang lain lagi,” ungkapnya.
















