DaerahHukum

Demo Dugaan Aliran Uang Pengaman Kasus BSPS, Massa Minta Copot Kasatreskrim Polres Sumenep

×

Demo Dugaan Aliran Uang Pengaman Kasus BSPS, Massa Minta Copot Kasatreskrim Polres Sumenep

Sebarkan artikel ini
Koordinator AMSP Nurahmat. [Foto: ah/rilpolitikcom]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Sekelompok massa dari Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Pabian, Kota Sumenep pada Kamis (7/8/2025). Mereka menuntut agar Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdianto dicopot dari jabatannya.

Tuntutan ini berawal dari adanya dugaan oknum penyidik Tipikor Satreskrim Polres Sumenep yang menerima aliran dana sebesar Rp250 juta untuk pengamanan kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).

Namun, Koordinator AMSP, Nurahmat mengatakan bahwa dugaan aliran duit haram BSPS ke oknum Polres Sumenep bukan satu-satunya kasus. Dia mengungkap bahwa banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan ke Polres Sumenep justru menguap begitu saja.

Ia mencontohkan beberapa kasus seperti kasus Bank Jatim dengan kerugian sebesar Rp20 juta dan dugaan korupsi tunjangan profesi guru tahun 2020-2021 yang dilaporkan sejak 2023 silam. Keduanya, kata dia, hilang tanpa bekas.

“Ini hanya contoh kecil, masih banyak Kasus – Kasus yang lain. Apa ini Polres atau tempat penyimpanan berkas mati? Apa tugas Reskrim: menyelidiki atau menutupi?” kata Nurahmat.

Nurahmat menegaskan pihaknya memiliki bukti adanya dugaa setoran uang untuk pengamanan kasus BSPS. Ia pun siap membeberkannya jika diminta.

“Kalau Kapolres (Sumenep) pengen bukti, kami siap (membeberkannya) dalam forum. Kami datang untuk minta pertanggungjawaban dari Polres,” tegas Nurahmat.

“Agus sejak jadi Kanit Pidkor sampai kasatreskrim sudah banyak kasus yang tidak terselesaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nurahmat mengancam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Polres Sumenep jika tuntututannya tidak dipenuhi.

“Kalau nanti tidak ada tindak lanjut sanksi dari kapolres kami akan datang lagi dengan massa lebih banyak,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu orator aksi, Sulaisi Abdurrazaq. Ia menyatakan pihaknya akan kembali demo jika Polres Sumenep tidak memeriksa Kasatreskrim Agus Rusdianto dalam dugaan setoran pengamanan kasus BSPS. Hal itu ditegaskan Sulaisi hingga tiga kali.

“Kalau selasa depan Kasastreskrim Polres Sumenep tidak diperiksa dalam kasus yang kami suarakan, maka kami tegaskan seminggu yang akan datang kita akan kembali ke tempat ini. Saya ulang, kami tegaskan kalau Selasa depan ternyata kasat reskrim Polres Sumenep tidak diperiksa dalam persoalan yang kami suarakan maka kami tegaskan bahwa kami akan kembali ke tampat ini. Sekali lagi, kami peringatkan kalau Kasatreskim Polres Sumenep sampai hari Selasa depan tidak diperiksa dalam perkara yang berkaitan dengan apa yang kami suarakan, maka kami akan kembali,” ujar Sulaisi.

Tak hanya itu?, Sulaisi juga mengatakan akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur maupun Mabes Polri jika mandek di Polres Sumenep.

“Kami akan bongkar masalah ini lewat institusi Polda Jatim maupun Mabes polri,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *