DaerahPolitik

Tak Bisa Berharap ke Pemerintah, Masyarakat Sumenep Galang Dana Perbaiki Jalan Rusak

×

Tak Bisa Berharap ke Pemerintah, Masyarakat Sumenep Galang Dana Perbaiki Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Kapedi melakukan penggalangan dana demi memperbaiki jalan rusak. [Foto: War/rilpolitikcom]
Masyarakat Kapedi melakukan penggalangan dana demi memperbaiki jalan rusak. [Foto: War/rilpolitikcom]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan penggalangan dana di jalan demi memperbaiki jalan kabupaten yang rusak bertahun-tahun.

Dengan menggunakan pengeras suara berupa toa, mereka meminta pengendara yang melintas untuk menyisihkan uangnya secara sukarela demi jalan yang mulus. Permintaan sumbangan ini dilakukan secara langsung di lokasi jalan yang sedang diperbaiki.

Lokasi perbaikan jalan secara mandiri ini terletak di Dusun Sasar, Desa Kapedi. Jalan kabupaten tersebut merupakan akses penghubung sejumlah desa sekaligus jalur menuju Surabaya maupun Sumenep Kota.

Penggalangan dana ini dilakukan lantaran masyarakat menilai sudah tidak ada lagi kepedulian dari pemerintah setempat untuk memperbaikinya. Pasalnya, jalan tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan selama 10 tahun terakhir.

“10 tahun menunggu (perbaikan), tidak ada respons dari pemerintah,” kata Ahmad Busairi, warga setempat, saat ditemui rilpolitik.com, Selasa (14/7/2026).

Padahal, kata dia, jalan tersebut sudah berulangkali diusulkan untuk diperbaiki selama pemerintahan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

“Berungkali diusulkan. Pokoknya selama Fauzi menjabat hingga udah masuk periode kedua, tetap gak ada perbaikan,” ungkap dia.

Busairi mengatakan, masyarakat sudah tidak sabar menunggu pemerintah memperbaiki jalan tersebut. Sebab, kondisi jalan yang rusak telah menyebabkan banyak terjadinya kecelakaan.

“Sering terjadi kecelakaan. Jalan ini udah nggak layak dilalui. Kalau nunggu (perbaikan) dari pemerintah, akan makin banyak kendaraan yang terguling di sini,” ujarnya.

Itu sebabnya, masyarakat akhirnya memutuskan untuk memperbaiki jalan secara gotong royong melalui penggalangan dana di jalan.

“Alhamdulillah, (pengendara yang melintas) kompak nyumbang karena pengen jalan bagus, karena sudah banyak korban,” ucap dia.

“Semua bahan material ini murni dibeli dari hasil pemberian masyarakat dan pengendara yang lewat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Busairi mengatakan permintaan donasi dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore.

“Penggalangan dana dilakukan setiap hari dari jam 6 pagi, kadang jam 5 pagi sudah ada sampai menjelang maghrib atau sampai jalanan sepi pengendara,” kata dia.

Pantauan rilpolitik.com di lokasi, jalanan yang sebelumnya berlapis aspal kini dibeton. Busairi menuturkan, tinggi beton mencapai 30 sentimer. Hal itu dilakukan demi mencegah genangan air.

Namun, hingga saat ini, baru sisi timur jalan yang sudah selesai dicor. Sementara itu, sisi barat masih dalam tahap penataan batu sebagai persiapan pengecoran. Menurut Busairi, pengecoran untuk sisi barat masih menunggu dana terkumpul.

“Karena rencananya kita mau pakai kawat supaya lebih kuat. Mudah-mudahan besok sudah bisa dilakukan pengecoran. Ini masih nunggu dana dulu,” ujarnya.

Busairi juga belum bisa memastikan kapan perbaikan jalan sepanjang 50 meter itu akan selesai. Menurutnya, hal itu tergantung dari keberadaan dana. “Target selesai tergantung dana,” ujarnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *