JAKARTA, Rilpolitik.com – Kicauan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun X @Dahnilanzar menjadi perhatian di tengah ramainya sorotan publik atas hinaan Miftah Maulana Habiburrahman atau populer dengan sebutan Gus Miftah terhadap penjual asongan es teh.
Dalam kicauannya itu, Dahnil mengungkap sikap nabi yang tidak pernah menyakiti hati orang miskin. Justru, katanya, nabi memuliakannya.
“Nabi Muhammad memberikan teladan sebagai pembebas bagi kaum tertindas, memuliakan yang miskin. Tak ada sedikit pun perkataan kasar yang menyakiti hati mereka yang miskin,” jata Dahnil dikutip pada Rabu (4/12/2024).
Ia pun meminta semua pihak untuk bisa meneladani Nabi Muhammad dalam memperlakukan manusia.
“Teladan Nabi hendaknya menjadi akhlak bagi kita semua,” pungkasnya.
Kicauan tersebut langsung mendapat respons dari warganet. Mereka langsung menghubungkan kicauan Dahnil dengan hinaan Miftah kepada pedagang es teh. Tak sedikit yang meminta agar Presiden Prabowo Subianto memecat Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden.
Sebagai informasi, Miftah saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
“Pak, Tolong sampaikan ke @prabowo pecat itu utusan khususnya.
Bayangkan kalau penjual es teh bapaknya pak @prabowo atau bapaknya pak @Dahnilanzar
Marah tidak?
Dikatain goblok padahal mulia jualan es teh.. @Gerindra,” kata akun @trinugro*****.
“Tolong pak @prabowo pecat si miftah gak layak utusan khusus kerukunan agama. Malu banget punya anak bau kaya gitu,” tulis akun @TEGA*****.
Dalam postingan lain, Dahnil juga mengunggah video pidato Presiden Prabowo yang mengaku sangat hormat terhadap para pedagang kali lima dan profesi lain.
“Mereka, para pedagang kaki lima dan profesi lainnya adalah jalan kemuliaan mencari rezeki yang halal demi anak-isteri. Demi membiayai pendidikan yang lebih baik buat putera-puteri mereka. Pejuang hidup,” tulis Dahnil.
Diketahui, Miftah dihujat publik karena ceramahnya yang dinilai mengandung unsur hinaan terhadap penjual es teh dalam acara Magelang Bersholawat di Lapangan Soepardi Sawitan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Dalam potongan video yang beredar, Miftah yang sedang berceramah di atas panggung sempat berinteraksi dengan seorang bapak penjual es teh yang berada di tengah ribuan jemaah. Miftah menanyakan dagangannya.
“Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak nggak)? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok,” kata Miftah.
“Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir),” imbuhnya.
Miftah dan orang-orang yang berada di atas panggung langsung ngakak terbahak-bahak. Sementara, si penjual minuman terlihat hanya terdiam dan tersenyum kecil.
(War/rilpolitik)








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







