DaerahPolitik

Cabup Petahana Sumenep Dicap Sebagai Pembohong Besar

×

Cabup Petahana Sumenep Dicap Sebagai Pembohong Besar

Sebarkan artikel ini
Cabup Petahana Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Praktisi hukum Madura, Kurniadi menuding Calon Bupati petahana Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai pembohong besar. Kata dia, kebohongan Fauzi sudah tidak bisa ditolerir lagi karena menyangkut kebijakan yang manipulatif.

“Calon Bupati an. Ach. Fauzi ini pembohong besar,” kata Kurniadi kepada rilpolitik.com pada Sabtu (5/10/2024).

Kebohongan itu, kata Kurniadi, dilakukan Achmad Fauzi saat masih aktif menjabat sebagai Bupati Sumenep. Menurutnya, setidaknya ada 19 kebohongan yang dilakukan politikus PDI Perjuangan itu.

“Tidak kurang ada 19 perkataan Calon Bupati ini yang berbohong ketika masih menjabat! Kebohongan substantif yang tidak bisa ditolelir karena menyangkut kebijakan yg manipulatif,” ujar dia.

Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura itu kemudian membeberkan sebagian kebohongan yang dilakukan Achmad Fauzi.

Pertama, Kurniadi menyampaikan bahwa Fauzi pernah menjanjikan pengadaan seragam batik tulis untuk SD ke UKM. Namun faktanya, batik printing dan pengadaannya pun dilakukan secara tender.

“Kedua, menjanjikan pemberdayaan ekonomi santri, kenyataannya tak pernah ada sama sekali,” beber dia.

Ketiga, Kurniadi menyebut Fauzi tidak patuh terhadap Undang-Undang. “Berjanji untuk mentaati peraturan perundang-undangan, akan tetapi ternyata tidak melaksanakan perintah Undang-Undang, khususnya tidak membuat beberapa peraturan yang seharusnya dibuat olehnya,” ujarnya.

“Keempat, Fauzi melanggar sumpah jabatan untuk mematuhi putusan lembaga peradilan, tapi kenyataannya tebang pilih,” katanya.

Kelima, Kurniadi menuding Fauzi juga membohongi ASN terkait penggunaan seragam batik tulis. Sebab, katanya, pengadaannya justru dibebankan kepada setiap ASN.

Pria berjuluk si Raja Hantu itu menyatakan masih ada banyak lagi sederet kebohongan yang dilakukan Achmad Fauzi selama memimpin Kota Keris. “Masih banyak!” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *