JAKARTA, Rilpolitik.com – Sejumlah ketua umum (ketum) partai politik koalisi pemerintah bertemu membahas revisi UU Pemilu, salah satunya terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Dalam pertemuan tersebut disepakati ambang batas parlemen 5 persen.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem, Hermawi Taslim, setuju dengan wacana menaikkan ambang batas parlemen. Dia berpendapat bahwa ambang batas parlemen memang seharusnya naik setiap pemilu.
“Sebaiknya harus ada kenaikan PT (parliamentary threshold) dalam setiap pemilu,” kata Hermawi kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Hermawi menyebut Nasdem konsisten dengan usulan ambang batas parlemen 7 persen. Ia mengatakan usulan itu sama dengan pemilu yang berlangsung sebelumnya.
“Tawaran Nasdem konsisten seperti pemilu-pemilu sebelumnya 7 persen,” ucapnya.
Meski begitu, Hermawi menekankan jika partainya membuka diskusi dengan pihak manapun. Nasdem disebut terbuka dengan setiap usulan.
“Nasdem siap berdiskusi dengan partai lain untuk mencapai sebuah angka kesepakatan, ya terbuka untuk berdiskusi dengan sesama partai untuk mencapai sebuah angka PT yang disepakati,” kata Hermawi.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Sugiono mengatakan partainya sepakat ambang batas parlemen 5 persen. Kesepakatan itu telah dicapai dalam pertemuan dengan sejumlah ketum partai koalisi pemerintah beberapa waktu lalu.
“Gerindra sepakat soal PT 5%. Seperti kemarin Golkar dan PKS juga menyampaikan, saya kira itu yang kita sepakati,” kata Sugiono kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
















