DaerahPolitik

Atasi Ketertinggalan, FINAL Akan Bentuk Satgas Percepatan Pembangunan Kepulauan

×

Atasi Ketertinggalan, FINAL Akan Bentuk Satgas Percepatan Pembangunan Kepulauan

Sebarkan artikel ini
Cawabup Sumenep pendamping Kiai Ali Fikri, Unais Ali Hisyam. [Foto: Ah/rilpolitikcom]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Disparitas pembangunan antara daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep masih menjadi persoalan yang sangat serius hingga kini. Ketertinggalan pembangunan  di kepulauan telah menjadi salah satu faktor Sumenep sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi ketiga di Jawa Timur (Jatim).

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor 1, KH Ali Fikri-Unais Ali Hisyam (FINAL) berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Salah satunya melalui pembentukan Satgas Percepatan Pembangunan Kepulauan.

Gagasan pembentukan Satgas tersebut diungkap oleh KH Unais Ali Hisyam dalam sebuah diskusi bersama mahasiswa di kawasan Kapanjin, Kota Sumenep pada Selasa (19/11/2024).

Menurut Kiai Unais, Satgas tersebut nantinya akan bertanggungjawab untuk pembangunan di daerah kepulauan demi mengejar ketertingalan.

“Ketertinggalan pembangunan di kepulauan berkontribusi besar terhadap peringkat Sumenep menjadi termiskin. Itulah kenapa kemudian kami menginginkan agar supaya ada Satgas Percepatan Pembangunan Kepulauan. Itu salah satu visi-misi,” kata Unais.

Unais mengaku sudah mendiskusikan gagasan tersebut dengan sejumlah pihak. Dia mengatakan awalnya ingin dalam bentuk badan, namun atas saran sejumlah pihak sebaiknya justru dalam bentuk Satgas.

“Mereka menyatakan kalau Badan Percepatan Kepulauan itu kayaknya tidak mungkin dilakukan. Kenapa? Karena kalau namanya OPD itu harus menyangkut pembangunan ke seluruh kabupaten, tidak hanya daratan saja, tidak hanya kepulauan saja, tapi semuanya. Itu sudah satuan kerja di pemerintah daerah. Maksudnya sudah mencakup pembangunan di seluruh Kabupaten Sumenep,” jelas dia.

Namun, Unais masih belum bisa membeberkan apakah Satgas tersebut nantinya akan bekerja di bawah Dinas PU Cipta Karya atau Bina Marga. “Kita lihat dulu apakah itu di Cipta Karya atau di Bina Marga,” tukasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *