JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menuding ada pihak tertentu yang tidak senang jika Indonesia swasembada pangan. Ia pun tak segan-segan menunjuk hidung pihak yang disebut tak senang itu.
“Ada pihak yang tidak senang jika kita swasembada pangan, yakni importir. Mereka sudah bangun gudang puluhan tahun, sudah bangun infrastruktur, sudah punya langganan, sudah punya kapal, dan pegawai,” kata Amran saat memberikan paparannya di acara Hari Krida Pertanian di Gedung Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.
Ketidaksenangan importir jika Indonesia swasembada pangan, jelas Amran, karena potensi keuntungan yang mereka dapat bisa berkurang drastis.
“Tentu mereka tidak senang, karena kalau sekarang bisa untung triliunan dalan satu hingga dua bulan, sedangkan nanti ketika sudah bisa swasembada pangan, mereka tidak bisa meraup keuntungan besar lagi,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga menuding ada importir yang bermain curang dalam pasokan beras. Hal penting, kata dia, banyak negara luar yang tidak suka Indonesia swasembada pangan karena Indonesia tak lagi menjadi importir terbesar.
“Tidak ada satu pun negara luar yang ingin Indonesia swasembada pangan, terutama beras, karena jika Indonesia lakukan ini, harga pangan bisa turun drastis, karena Indonesia tak lagi impor beras hingga 7 juta ton,” ujarnya.
Amran pun berterima kasih kepada para penyuluh, petani, dan kepala dinas yang dapat mengurangi impor dan membuat harga pangan global turun.
“Para petani, penyuluh, kepala dinas, kalian pahlawan pangan kita, berkat kalian, harga pangan global bisa tertekan. Bapak Presiden (Prabowo) pun berterima kasih kepada bapak-bapak,” pungkasnya.
















