NasionalPolitik

Menteri HAM Natalius Pigai Klaim Punya Pemahaman Sempurna Soal HAM

×

Menteri HAM Natalius Pigai Klaim Punya Pemahaman Sempurna Soal HAM

Sebarkan artikel ini
Menteri HAM Natalius Pigai.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengklaim dirinya memiliki pemahaman yang sempurna soal HAM. Sebab itu, ia mengaku tak butuh persiapan khusus menghadapi sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto hari ini.

Dari pribadi saya pemahaman secara utuh boleh dikatakan sangat sempurna memahami HAM saya ya, artinya dalam konteks klaster HAM saya paham itu,” kata Pigai kepada wartawan, Selasa (22/10/2024).

Pigai menyebut dirinya sudah memiliki rancangan program selama setahun ke depan untuk dieksekusi oleh kementeriannya.

“Saya rancang program untuk satu tahun ke depan, contoh tentang penghormatan. Saya melihat instrumen hukum internasional dan instrumen hukum nasional yang perlu diperkuat, mana yang perlu diadopsi, mana yang perlu ditindaklanjuti dan lain sebagainya, itu dari sisi instrumen hukum,” ujarnya.

Mantan Komisioner Komnas HAM itu juga menjamin Kementerian HAM terlibat langsung dalam eksekusi program-program pemerintah. Dia mengatakan pihaknya ingin memastikan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto seperti makan bergizi gratis hingga pembangunan 3 juta rumah bagi rakyat bisa dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai HAM.

“Bagaimana Kementerian HAM itu berpartisipasi di dalam memberikan spirit nilai-nilai hak asasi manusia dalam program pemerintah, makan siang bergizi, kan kita yang nanti ikut itu. Terus pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah, nanti kita memberikan dukungan dari sisi hak asasi manusianya, supaya apa? Kalau kami tidak mantau program ini belum tentu bisa jalan, karena ini hak rakyat untuk mendapatkan perumahan, karena kami bagian dari pemerintah kita ikut mendorong,” jelas dia.

“Kami menjalankan audit hak asasi manusia, kabupaten kota, provinsi dan pusat dan kementerian lembaga. Kita meminta semua membuat, misalnya, ketika memasukkan program itu harus berdasarkan nilai-nilai HAM, bagaimana implementasinya udah dimasukkan atau belum kan kami harus audit,” sambungnya.

Baca juga:  Seruan Dialog Natalius Pigai dan Jejak Jusuf Kalla Merawat Perdamaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *