EkonomiNasional

JK Sebut Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen Hanya Angka di atas Kertas, Cuan Ekspor SDA Lari ke Asing

×

JK Sebut Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen Hanya Angka di atas Kertas, Cuan Ekspor SDA Lari ke Asing

Sebarkan artikel ini
Jusuf Kalla.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai pertumbuhan ekonomi Inodnesia yang berada di angka 5 persen tak berdampak. Sebab, menurutnya, pertumbuhan tersebut hanya angka di atas kertas semata.

Pernyataan itu disampaikan JK saat berbincang dengan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Channel Youtube Gita dikutip pada Jumat (10/10/2024).

“5 persen itu angka yang ditulis BPS (Badan Pusat Statistik) berdasarkan dokumen. Sama kayak perusahaan neraca bagus tapi cash flow rusak. Boleh saja bagus neraca, tapi isinya utang,” kata JK.

Sebab itu, ia menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ingin dicapai Presiden terpilih Prabowo Subianto hanyalah angan saja. Sebab, pertumbuhan 5 persen saja tidak mencerminkan pertumbuhan itu sendiri.

“5 persen pun masih perlu kita urai lebih baik,” imbuhnya.

Pertumbuhan yang menurut JK tidak riil ini tercermin dari kinerja ekspor. Meski catatan BPS menyebutkan surplus, tapi tak ada uangnya yang masuk ke dalam negeri, melainkan ke negara lain, terutama dari komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

“Contohnya ekspor kita memang di neraca, di BPS tinggi, tapi kalau didetailkan devisa kemana? Ini lari ke China, Singapura,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia pernah mengusulkan agar sistem ekspor Indonesia dibuat seperti Malaysia dan Thailand. Dalam hal ini, hasil ekspornya itu diterima dalam bentuk mata uang masing-masing seperti ringgit dan bath.

Namun, hingga saat ini, hal itu tidak dilakukan. Imbasnya, devisa hasil ekspor terus melayang ke negara lain.

“Jadi untuk apa ekspor banyak-banyak nikel kalau terus lari ke China itu dolar, devisanya. Buat apa ekspor batu bara kalau lari semua ke Singapura, nothing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *