NasionalPolitik

Bos PPI: Jika PDIP Gabung Kabinet Prabowo, Oposisi Parlemen Wassalam

×

Bos PPI: Jika PDIP Gabung Kabinet Prabowo, Oposisi Parlemen Wassalam

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno. [Ah/rilpolitikcom]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan gerakan civil society atau masyarakat sipil memiliki peranan yang cukup signifikan pada pemerintahan baru mendatang di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Dalam konteks Indonesia, terutama di lima tahun yang akan datang, saya kira gerakan civil society mestinya menemukan momentum politiknya yang cukup baik dan mantab,” kata Adi Prayitno dalam sebuah diskusi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada Kamis (10/10/2024).

Menurut Adi, keterlibatan masyarakat sipil sangat penting sebagai penyeimbang kekuatan eksekutif maupun legislatif. Sebab, menurutnya, ada kecenderungan pemerintah mendatang didukung oleh mayoritas partai politik parlemen.

“Bahkan, semua partai itu akan diborong. Coba bisa anda bayangkan per hari ini, sudah 84 persen kekuatan politik parlemen yang sudah bergabung dengan pendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran, KIM Plus,”

Adi mengatakan, saat ini hanya menyisakan PDI Perjuangan yang belum menyatakan sikap politiknya apakah akan berkoalisi atau oposisi.

“Kalau PDIP at the end of the day-nya berkoalisi, bisa dipastikan oposisi di parlemen itu wassalam. Karena 100 persen kekuatan partai yang terejawantahkan melalui fraksi-fraksi di DPR tidak akan ada suara dan tidak akan ada bunyi sebagai sparing partner kritis kepada pemerintah,” ucapnya.

Sebab itu, katanya, masyarakat sipil menjadi satu-satunya harapan untuk merawat demokrasi ke depan.

“(Masyarakat sipil) harus berani, harus bersikap untuk menjadi teman yang kritis, mengingatkan kepada pemerintah, mengingatkan kepada kawan-kawan di DPR bahwa setiap langkah politik mereka harus menterjemahkan dari segala keinginan politik yang diinginkan oleh rakyat. Kan itu kuncinya,” ujarnya.

“Oleh karena itu, kalau kita bicara tentang pentingnya gerakan civil society, terutama untuk mengawal proses transisi dari peralihan kekuasaan dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo plus di lima tahun mendatang ini sangat relevan dan momentum politiknya sudah tepat,” sambung dia.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *