NasionalPolitik

Jokowi Dianggap Sebagai Presiden Paling Maruk dan Tak Punya Malu, Kenapa?

×

Jokowi Dianggap Sebagai Presiden Paling Maruk dan Tak Punya Malu, Kenapa?

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani untuk menambah jumlah menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada kabinet Pemerintahan Prabowo Subianto nanti. Hal itu disampaikan Jokowi di acara HUT ke-26 dan Kongres ke-6 PAN di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (23/8/2024).

Pengamat politik, Saidiman Ahmad mengkritik keras pidato Jokowi itu. Saidiman menilai Jokowi tak sensitif terhadap gonjang-ganjing politik yang terjadi belakangan ini.

Bahkan, Saidiman melabeli Jokowi sebagai presiden paling maruk dan tak punya malu yang pernah dimiliki Indonesia.

Saidiman mengatakan, mahasiswa dan masyarakat sipil sedang melakukan demonstrasi besar-besaran menentang pembegalan demokrasi. Demonstrasi berlangsung di seluruh kota di Indonesia bahkan di luar negeri.

“Sementara orang ini (Jokowi) masih cengengesan bicara bagi-bagi kekuasaan. Bahkan itu untuk periode pemerintahan selanjutnya. Benar-benar tidak tahu malu,” kata Saidiman melalui akun X @saidiman dikutip rilpolitik.com pada Sabtu (24/8/2024). Saidiman mengunggah potongan video pidato Jokowi meminta Gerindra untuk menambah jatah menteri dari PAN.

Saidiman pun menyebut Jokowi sebagai paling maruk di Indonesia. Dia juga mengaku malu karena pernah mendukungnya.

“Ini adalah presiden yang paling tidak sensitif dan mungkin paling maruk yang pernah dimiliki Indonesia. Malu saya pernah mendukung orang ini,” pungkasnya.

Diketahui, sejak Kamis (22/8/2024), terjadi aksi demonstrasi besar-besaran di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Jakarta. Massa yang terdiri dari mahasiswa, aktivis, buruh, akademisi, hingga akademisi itu menolak upaya DPR dan pemerintah merevisi UU Pilkada untuk menganulir Putusan MK Nomor 60/2024 dan 70/2024.

Revisi UU Pilkada ini diyakini banyak pihak sebagai upaya rezim untuk mengakomodir anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep agar bisa maju Pilkada 2024.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *